Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

SENI & BUDAYA

16 Juli 2021|17:40 WIB

Jabat Ketua Komite FFI, Reza Rahadian Akan Lakukan Sejumlah Perbaikan

Aktor serba bisa ini akan melakukan sejumlah perbaikan dalam helatan Festival Film Indonesia (FFI) 2021 dari segi infrastruktur, susunan kepanitiaan, hingga sistem penjurian.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageReza Rahadian saat peluncuran trailer film "Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan" di Jakarta, Jumat (8/11/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

JAKARTA – Aktor Reza Rahadian baru saja ditunjuk sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) menggantikan ketua sebelumnya, Lukman Sardi. Reza akan bertanggung jawab terhadap agenda FFI dan Piala Citra periode 2021-2023.

Reza mengatakan, jabatannya sebagai Ketua Komite adalah bentuk pengabdiannya kepada industri film Indonesia. Setelah mendapat banyak hal dari film, dengan jabatannya ini, Reza akan mendedikasikan diri untuk dunia film itu sendiri.

“Ini adalah bentuk dari, bukan hanya rasa kecintaan saya terhadap film Indonesia, tapi ini bentuk dari bagaimana saya memberikan kembali kepada Industri film Indonesia yang juga sudah berperan besar dalam hidup saya,” ungkap Reza dalam peluncuran FFI 2021 secara daring, Kamis (15/6).

Reza memiliki beberapa program kerja selama masa jabatannya. Pertama, menyempurnakan gelaran FFI dengan memperbaiki infrastruktur dan arsitektur secara keseluruhan. Mulai dari susunan kepanitiaan festival, memastikan tim bekerja dengan optimal, memastikan profesionalitas di setiap penyelenggaraan festival, dan menyempurnakan sistem penjurian festival.  

“Itu dari tahun ke tahun saya sangat berharap bisa memperbaiki seluruh ornamen terkait untuk bisa melahirkan sebuah sistem yang dianggap terbaik oleh seluruh ekosistem film Indonesia,” kata Reza.
 
Kedua, tahun ini FFI menghadirkan sejumlah pembaruan dengan menghadirkan program kritik film, penambahan tiga kategori nominasi baru, yaitu Film Favorit, Aktris Favorit dan Aktor Favorit. Penambahan kategori ini merupakan upaya komite beradaptasi dengan situasi pandemi. Penonton di rumah bisa secara langsung memilih film, aktris, dan aktor favoritnya melalui media sosial.

Selain itu, FFI 2021 akan menjaring film-film bioskop dan di platform digital. Reza mengatakan, baik bioskop fisik maupun platform digital,  sama-sama bagian penting dalam industri perfilman.

Selanjutnya, mengenai sistem penjurian, Reza akan mengedepankan keterbukaan dan kolaborasi para pelaku film. Dalam hal ini, komite akan melibatkan asosiasi-asosiasi perfilman untuk memilah, menilai, dan menyeleksi film-film yang berkompetisi di festival.

“Ada banyak pekerjaan rumah lainnya, tentu apa yang kita lakukan saat ini belum sempurna, tapi selama tiga tahun kedepan panitia akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk menyempurnakan segala sistem dan arsitektur yang ada dalam FFI itu sendiri,” kata Reza.

Sejumlah nama besar turut membantu kerja Reza mengembangkan FFI, antara lain Garin Nugroho (Ketua Bidang Penjurian), Linda Gozali (Sekretaris), Inet Leimena (Ketua Bidang Acara), serta Nazira C. Noer dan Emira Pattiradjawane (Bidang Humas).

FFI 2021 resmi dimulai Kamis, (15/7) hingga 30 Agustus mendatang. Proses seleksi dan penjurian berlangsung mulai 30 Agustus hingga 25 Oktober. Sementara malam nominasi akan berlangsung pada 10 Oktober dan Malam Penghargaan jatuh pada tanggal 10 November.

Reza menjelaskan, ia dan tim telah berdiskusi dengan berbagai pihak untuk menerima masukan. Kepanitiaan tahun ini berkomitmen melibatkan seluruh ekosistem film sekaligus mengutamakan prosedur kesehatan yang berlaku selama pandemi.
 
“Acara yang kami lakukan akan tetap mengutamakan keselamatan para tamu, para nominator yang akan hadir, dan orang-orang yang bekerja di dalamnya,” ucapnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER