Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

TEKNO

11 Juni 2021|09:38 WIB

ITB Ciptakan Dent-In, Alat Bantu Dokter Gigi Di Masa Pandemi

Aerosol yang keluar dari mulut pasien dihisap dan disaring menjadi udara bersih

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageDental Indonesia atau Dent-In. Ist/dok

JAKARTA – Bermula dari kekhawatiran akan nasib para dokter gigi pada masa pandemi, yang sangat berisiko terpapar melalui droplet maupun aerosol, sejumlah akademisi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) berinovasi. 

Mereka menciptakan alat yang diberi nama Dental Indonesia atau Dent-In.

"Dent-In jika dikategorikan termasuk ke dalam jenis alat extraoral aerosol suction, yang dapat mengurangi risiko dokter gigi terinfeksi virus dengan mengisolasi dan memfilter aerosol dari pasien selama prosedur perawatan gigi," ujar ketua tim Biomedika, Satrio Wicaksono, dikutip dari laman itb.ac.id, Jumat (11/6). 

Keunggulan Dent-In dibandingkan alat extraoral aerosol suction biasa, terletak pada penambahan shield transparan. Di mana menyerupai personal negative chamber atau screen pada Dent-In. Dengan demikian dapat meminimalkan cipratan aerosol pasien. 

Tak hanya itu, dengan adanya shield tersebut membuat pengaturan peletakan komponen nozzle cup menjadi lebih mudah.

"Jika sebelumnya nozzle cup harus diletakkan dekat sekali dengan mulut pasien, sekarang nozzle cup dapat diletakkan jauh dari mulut pasien sehingga tidak mengganggu visual dokter gigi. Hal ini dapat dilakukan karena adanya shield yang menghalau aerosol,” ucapnya.

Cara kerja Dent-In ini dengan melakukan penghisapan aerosol yang keluar dari mulut pasien, melalui bagian nozzle cup. Lalu, dialirkan dengan selang menuju kotak berisi filter HEPA untuk menangkap partikel.

"Setelah itu udara yang telah disaring, masuk ke dalam vacuum blower dan akan melewati sinar UV untuk sterilisasi sebelum keluar dari exhaust menghasilkan udara bersih," sambungnya.

Dent-In sudah menggunakan filter HEPA 14 yang lebih canggih dibandingkan alat extraoral aerosol suction di pasaran. Filter ini mampu menyaring udara hingga berukuran 0,3 mikron dengan efektivitas mencapai 99,9%.

Menariknya, Dent-In juga merupakan alat yang user friendly. Jadi, bisa mengoperasikan Dent-In menggunakan pengendali jarak jauh dengan tiga pilihan kecepatan atau secara langsung dari tombol pada alat tersebut.

Dent-In sendiri merupakan proyek multidisiplin yang melibatkan banyak dosen FTMD dan alumni dari berbagai bidang keilmuan yang berbeda. Pembuatan proyek ini juga menggunakan dana yang diperoleh dari LPDP dan RISTEK-BRIN, melalui kategori konsorsium riset dan inovasi Covid-19.

Satrio mengatakan, hingga saat ini tim Biomedika telah berhasil produksi tiga working prototype. Pertama, digunakan untuk development terus-menerus. 

Kedua, untuk diuji oleh BPFK sebagai badan yang mengeluarkan surat rekomendasi untuk alat kesehatan. 

Ketiga, diserahkan kepada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran agar dapat membantu dokter di sana yang menangani pasien selama pandemi.

"Kami berharap selanjutnya dapat memproduksi Dent-In ini secara massal dan memperjualbelikannya dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, tim sedang menjajaki partner industri yang sesuai untuk memfasilitasi produksi alat ini sampai terjual di pasaran,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA