Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|09:06 WIB

Isu Perbudakan, The Rolling Stones Lupakan Lagu "Brown Sugar"

Keputusan tersebut diutarakan oleh personel band yang yang berdiri tahun 1962 itu, meski tak secara eksplisit.

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Rendi Widodo

ImageThe Rolling Stones. Wikimedia/Jim Pietryga

JAKARTA – Rolling Stones diam-diam diketahui tidak lagi memainkan salah satu lagu paling populer mereka, berjudul "Brown Sugar". Karena liriknya yang menggambarkan kengerian era perbudakan di Amerika Serikat.

Keputusan tersebut diutarakan oleh personel band yang berdiri tahun 1962 itu, meski tak secara eksplisit kepada LA Times dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Setelah dalam empat pentas di rangkaian konser bertajuk "No Filter Tour" tahun 2021 ini, tak sekalipun lagu "Brown Sugar" itu dimainkan.

"Kamu menangkap itu, ya?" Gitaris Stones Keith Richards mengatakan kepada LA Times ketika ditanya mengapa mereka tidak memainkan lagu itu dalam konsernya.

Sementara itu sang vokalis, Mick Jagger lebih mencoba diplomatis. Dengan menerangkan bahwa sangat sulit membuat set list atau daftar lagu dalam sebuah konser. Jadi mungkin saat ini lagu “Brown Sugar” tidak dimainkan dan bisa saja dimainkan kembali di waktu yang akan datang.

"Kami telah memainkan 'Brown Sugar' setiap malam sejak tahun 1970. Jadi terkadang Anda berpikir, Kami akan mengeluarkan lagu itu untuk saat ini, dan melihat bagaimana kelanjutannya. Kita mungkin akan memasukkannya kembali.” terang Jagger.

Sejak dirilis 50 tahun yang lalu, "Brown Sugar" merupakan lagu kedua yang paling sering diputar dalam katalog Rolling Stones, dengan 1.136 penampilan yang diketahui. Hanya kalah dari lagu "Jumpin Jack Flash" di urutan pertama.

Tetapi belakangan, lagu tersebut mendapatkan sorotan. Karena liriknya yang dianggap pro terhadap perbudakan.

Mick Jagger sendiri sebagai pencipta lagu sempat menjelaskan pada tahun 1995 silam, bahwa dirinya tak bermaksud mendukung perbudakan. Dirinya hanya mencoba menceritakan situasi serba buruk yang terjadi pada masa perbudakan itu. Meski jika harus memilih, dirinya mungkin tak akan pernah berpikir untuk menuliskan lagu seperti itu lagi.

"Tuhan tahu apa yang saya bicarakan dalam lagu itu. Ini sangat kacau," tukas Jagger.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Mick Jagger juga diketahui kerap mencoba memperhalus lagu tersebut, dengan mengganti liriknya. Seperti lirik "Hear him whip the women just around midnight" (Dengarkan dia mencambuk para wanita sekitar tengah malam), yang digantinya menjadi "You should have heard him just around midnight" (Kamu seharusnya mendengarnya sekitar tengah malam).

Juga lirik "just like a black girl should” (seharusnya gadis kulit hitam), menjadi to "just like a young girl should' (seperti seorang gadis muda harus), pada bagian chorus.

Di tengah keputusan mereka tak lagi memainkan lagu "Brown Sugar", Keith Richards dengan gaya khasnya mengutarakan, masih berharap bisa kembali memainkan lagu tersebut. Meski untuk saat ini dirinya lebih memilih untuk menghindari perdebatan yang terjadi.

"Saat ini saya tidak ingin terlibat konflik dengan semua omong kosong ini," kata pria 77 tahun itu.

Sempat tertunda akibat pandemi, Rolling Stones saat ini sedang menjalani tur konsernya di Amerika Serikat. Sepanjang Oktober dan November, dengan penampilan terakhir di Austin, Texas pada 20 November mendatang.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER