Selamat

Selasa, 21 September 2021

14 September 2021|18:11 WIB

Ini Dia Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Keluarga

Hubungan yang kompak dan sehat akan menjadi role model bagi anak-anak dan membentuk lingkungan keluarga yang baik.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Rendi Widodo

ImageIlustrasi keluarga. Pixabay/AWFotografie

JAKARTA – Kini, pengetahuan tentang kesehatan mental bukan lagi sesuatu yang asing. Hampir setiap orang telah terbuka dengan pentingnya menjaga kesehatan mental. Tak hanya pribadi, tetapi kesehatan mental keluarga pun perlu dijaga.

Keluarga ini sendiri merupakan satu kesatuan utuh dan saling terkait satu sama lain. Hal tersebut pun tak terbantahkan. Sebab itu, masing-masing anggota keluarga akan saling memengaruhi satu sama lain.

“Meski begitu, bukan berarti masing-masing harus menjadi sama. Mereka tetap memiliki ruang pribadi masing-masing yang perlu diperkuat setiap saat,” ujar Denrich Suryadi, Psikolog Klinis saat dihubungi Validnews, Selasa (14/9).

Oleh karena itu sebagai pasangan, suami istri juga butuh kesempatan untuk mengaktualisasi diri dan me time. Lewat ruang pribadi itu, mereka dapat mengatasi kejenuhan relasi dalam pernikahan tersebut.

Hubungan seperti itu, tentu sangat diperlukan agar dapat mengasuh buah hati bersama secara kompak. Selain itu, hubungan yang kompak dan sehat tersebut pun bisa menjadi role model bagi anak-anak.

“Ruang pribadi ini bukanlah sebagai pelarian atau alasan untuk menghindari masalah relasi. Namun, bentuk aktivitas bersifat positif dengan refreshing sejenak. Tujuannya agar mereka siap berinteraksi di rumah dengan mental yang sehat,” ungkapnya.

Setiap orang butuh ruang pribadi karena masing-masing butuh ‘istirahat’, sebelum siap untuk berinteraksi. Dengan begitu, kondisi mental kita pun akan menjadi sehat. Ketika dihadapkan dengan situasi untuk berkompromi, kita akan mudah berpikir dengan jernih demi kebaikan bersama.

Denrich mengungkapkan, situasi pandemi Covid-19 ini pun dapat mengakibatkan kondisi mental terganggu karena jenuh di rumah saja. Apalagi intensitas kita bertemu dengan keluarga semakin tinggi, sehingga tak menutup kemungkinan 'gesekan' di rumah mudah terjadi.

Misalnya, seorang ibu yang setiap harinya perlu merawat dan mengurus keluarganya. Bahkan, beberapa ibu juga membantu suaminya untuk bekerja. Hal tersebut membuatnya harus menjalani dua peran sekaligus.

“Dengan begitu, ibu butuh dibantu dan me time tanpa merasa bersalah agar selalu waras menjalani peran dan tanggung jawab di rumah,” tuturnya.

Berbeda dengan seorang ayah yang memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja. Sosok tersebut pun butuh rehat sejenak usai bekerja demi keluarga. Mereka juga butuh dihargai secara seimbang, sehingga selalu bersemangat menjadi kepala keluarga yang bahagia

Sementara itu, anak butuh dihargai dan punya kesempatan untuk berkembang optimal sesuai potensinya. Anak perlu mengenali diri dengan baik, tentunya dibarengi dukungan dan pemahaman dari orang tua yang bijak.

Akhirnya, kita dapat melihat bahwa setiap orang memang butuh ruang pribadi untuk berkembang. Aktivitas tersebut akan membuat seseorang menjadi tetap waras. Jadi, mereka pun siap kembali menjalani rutinitas peran dan tanggung jawab dalam keluarga.

“Setiap orang butuh ruang untuk berkembang sehingga keluarga akan mendapatkan versi terbaik dari orang tua, pasangan, dan anak,” pungkasnya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER