Selamat

Senin, 17 Mei 2021

GAYA HIDUP

05 Mei 2021|11:19 WIB

Ini Beda Selesma Dan Influenza

Hampir setiap orang menyebut kalau bersin, batuk dan sakit kepala adalah gejala influenza

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi orang terserang flu. Pixabay/dok

JAKARTA - Ketika hidung tersumbat, tenggorokan gatal, diikuti dengan keluarnya cairan dari hidung dan sakit kepala, setiap orang pasti mengatakan sedang terserang flu. Padahal sebenarnya yang dialami bukanlah flu, melainkan selesma. Lho?

Flu atau influenza memang memiliki kemiripan gejala dengan selesma. Keduanya juga sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang organ pernapasan.

Selesma merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang diakibatkan oleh virus. Menurut data dari American Lung Association, ada lebih dari 200 virus yang bisa menyebabkan selesma. Namun yang paling sering adalah virus rhinovirus, yang membuat orang bersin dan sangat menular.

Selesma sendiri menyebar lewat droplet berisi virus yang terbang melalui udara. Meskipun begitu, selesma tidaklah membahayakan jiwa. Umumnya, selesma dapat sembuh sendiri dalam rentang waktu 7 sampai 10 hari.

Dikutip dari Healthline, beberapa obat-obatan seperti antihistamines, decongestants, dan acetaminophen bisa membantu meredakan gejala selesma. Begitupun dengan mengonsumsi zinc, vitamin C, dan Echinacea.

Lain lagi dengan flu. Walaupun sama-sama penyakit saluran pernapasan atas, tetapi flu biasanya bersifat musiman. Penyebab flu adalah influenza tipe A, B, dan C. Namun yang paling sering adalah virus influenza tipe A dan B. Flu juga bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia dalam kondisi tertentu.

Flu juga menyebar melalui udara lewat droplet. Biasanya, orang yang sudah terpapar baru akan menunjukkan gejala dan mulai terasa sakit, 5-7 hari setelah terpapar. Karena penyebaran ini, flu bisa menyebabkan terjadinya epidemik musiman.

Semisal, insiden flu burung yang terjadi pada 2005 lalu, yang  disebabkan oleh virus influenza tipe A H5N1. Atau di tahun 2009, ketika terjadi wabah flu babi yang diakibatkan pula oleh virus influenza tipe A H1N1.

Di kebanyakan kasus, beristirahat dan banyak minum cairan adalah cara terbaik untuk mengobati flu. Tetapi obat-obatan seperti ibuprofen, acetaminophen juga bisa dikonsumsi untuk meringankan gejala yang dirasakan. Namun pada kondisi yang cukup berat, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan untuk melakukan pengobatan dan pemberian antivirus.

Untuk itu, tetap jaga kesehatan agar bisa terhindar dari selesma dan flu. Makan makanan bernutrisi dan bergizi seimbang, olahraga rutin, istirahat yang teratur, dan kelola stress dengan baik. Lakukan juga vaksinasi agar dapat terhindar dari penyakit dan keparahan.

Saat ini telah ada vaksin untuk mencegah terpapar virus influenza. Vaksinasi dilakukan satu tahun sekali, mengingat strain virus influenza selalu berkembang. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA