Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

PARIWISATA

08 Juni 2021|09:55 WIB

Ikhtiar Membangkitkan Pariwisata di Bali

Didorong penyelenggaraan event-event di Bali dengan protokol kesehatan

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImagePeselancar wanita yang mengenakan busana kebaya berselancar di Pantai Kuta, Badung, Bali. Antara foto/dok

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga menjelaskan, kebijakan work from Bali (WFB) akan diluncurkan pada kuartal ketiga atau Juli 2021 secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali yang terdampak pandemi covid-19.

Kebijakan WFB yang dicetuskan pemerintah ini berlandaskan data-data yang komprehensif. Sejak kuartal pertama Kemenparekraf melakukan WFB atau tepatnya pada Januari 2021. Jumlah kunjungan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencapai 2.000–2.500 kunjungan.

"Per hari ini, kunjungan ke Bali meningkat 3 kali lipat menjadi 7.000- 7.500. Di kuartal pertama, Bali masih minus 9,8 persen dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sudah membaik. Namun Bali masih terkontraksi terlalu dalam. Kebijakan ini terus kita persiapkan di kuartal ketiga akan kita luncurkan secara bertahap dimulai dengan Kementerian dan Lembaga,” kata Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/6).

Ia menjelaskan, konsep WFB tentu bisa diterapkan di destinasi wisata lain di Indonesia. Seperti Work from Lombok, Work From Bajo, Work From Toba, Work Form Likupang, Work From Borobudur, dan lainnya. Konsepnya mengikuti pola kebiasaan bekerja baru atau remote working yang dipopulerkan dengan konsep digital nomad.

“Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga sedang mengembangkan konsep serupa bahkan bisa menjadi percontohan, karena pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi DIY bisa plus 6%. Kunci kesuksesannya bukan hanya keindahan alam yang cantik dan pengelolaan yang baik. Tapi juga layanan jaringan internet yang mumpuni. Kami berharap akan lahir program-program work from anywhere lainnya,” ujarnya.

Sementara ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada April 2021 tercatat sebesar 10,09%, atau turun 0,15% dibandingkan TPK bulan Maret 2021, yang tercatat sebesar 10,24%. Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Bali pada April 2021 tercatat 2,15 hari.

Diharapkan dengan kebijakan WFB ini diperkirakan mampu meningkatkan angka keterhunian hotel hingga 30%. “Kami juga mendorong organisasi nasional dan internasional dengan penerapan protokol yang ketat bisa menyelenggarakan kegiatan MICE di Bali. Minggu lalu kita sudah menyelesaikan kegiatan pertama kita di Bali yaitu Arabian Travel Mart (ATM) yang digelar secara hybrid. Dan pada akhir minggu ini rencananya akan menyelenggarakan kegiatan Bali Beyond Travel Fair (BBTF),” katanya.

Dengan panduan protokol kesehatan pelaksanaan event MICE semua bisa mendorong Bali bisa bangkit kembali. “Terlebih data angka penularan covid-19 se-Provinsi Bali sangat baik. Beberapa hari terakhir angka penularan covid-19 di Bali di bawah 100 atau 28 kasus baru,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER