Selamat

Senin, 16 Mei 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

19 Januari 2022

20:33 WIB

Hotel De Boer, Penginapan Kelas Dunia Pertama Di Medan

Meski sudah dilakukan serangkain renovasi dan peremajaan, desain klasik dari Hotel De Boer masih tetap dipertahankan.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

Hotel De Boer, Penginapan Kelas Dunia Pertama Di Medan
Hotel De Boer pada tahun 1936. Sumber foto: Wikipedia/dok.

JAKARTA – Kota Medan memiliki banyak sejarah dalam pengembangan peradabannya. Maka, tak sulit untuk menemukan bangunan-bangunan bersejarah dan landmark saat berkunjung ke ibukota Provinsi Sumatera Utara itu. Salah satunya Hotel De Boer. 

Hotel De Boer yang berlokasi di Jalan Balai Kota, Kesawan, Medan, Sumatra Barat ini merupakan bangunan peninggalan sejarah dan saksi bisu bagaimana Kota Medan berdiri hingga hari ini. Hotel ini dibangun oleh pengusaha asal Belanda, Aeint Herman de Boer pada tahun 1989.

Mengutip laman Dinas Pariwisata Kota Medan, dulunya hotel ini bernama NV Hotel Mijin de Boer. Akan tetapi, karena pelafalannya susah, masyarakat seringkali menyebutnya secara singkat, menjadi Hotel De Boer.

De Boer sendiri lahir di Workum, Belanda dan pindah ke Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Pertama kali datang ia menetap di Surabaya dan menjadi salah satu pemilik restoran terkenal. Setelahnya ia hijrah ke Medan dan memulai usaha baru dan membangun hotel ini dengan fasilitas tujuh kamar mewah, bar, dan restoran berkelas dunia.

Melejitnya pamor lantas hotel ini melakukan renovasi pada tahun 1909 dengan menambah kapasitas kamar menjadi 40 ruangan. Lalu pada 1930 ditambah kembali menjadi 120 kamar dan sebuah aula besar sebagai ruang pertemuan. Pada masa kejayaannya, Hotel De Boer menjadi akomodasi menginap terbaik yang ada di Medan bahkan di seluruh Pulau Sumatera.

Baca juga: Penginapan Bernuansa Alam Di Lombok

Hotel ini juga dikenal dengan keunikannya, yaitu memiliki bangunan yang bebas nyamuk dan serangga. Hal tersebut menjadi masuk akal, mengingat bangsa Eropa yang kala itu datang ke Indonesia sangat membenci gigit nyamuk dan serangga. Alasannya karena bangsa Eropa memiliki kulit putih yang dapat membekas jika terkena gigitan tersebut.

Sederet tamu-tamu kenamaan yang pernah singgah ke Hotel ini, antara lain tamu kehormatan pemerintah Belanda dan artis Barat yang sangat terkenal. Yaitu Raja Belgia Leopold II, Pangeran Schaumburg-Lippe dari Belanda, dan mata-mata legendaris asal Belanda, Margaretha Geertruida Zelle.

Diambil Alih Indonesia

Setelah Indonesia merebut kemerdekaan dari belenggu Belanda, banyak bangunan-bangunan yang sebelumnya dikuasai oleh penjajah dan kroninya dinasionalisasi menjadi milik Indonesia, termasuk hotel bersejarah ini. Pada 14 Desember 1957, hotel bersejarah ini diambil alih pemerintah Indonesia dan pada 1965 di area hotel didirikan Hotel Wisma Deli yang fungsinya seperti mes, restoran, dan bar.

Seiring berjalannya waktu, Wisma Deli memiliki 15 kamar. Pada 1970 didirikan bangunan empat lantai dengan kapasitas 24 kamar dan bangunan dua lantai dengan kapasitas kamar 10, sehingga secara total memiliki 49 kamar. Jika dilihat saat ini terdapat tiga bagian utama yaitu gedung utama, eks Hotel de Boer dan Garden Wing eks Wisma Deli. Untuk memudahkan saat ini namanya pun diganti menjadi Hotel Ina Dharma Deli.

Hingga saat ini, meskipun sudah melakukan renovasi peremajaan secara konstruksi, desain dari hotel ini masih tampak klasik seperti zaman dahulu. Kesan bangunan tempo dulu masih dipertahankan dengan baik dan menjadi saksi sejarah. Apalagi kini Hotel De Boer juga sudah diakui sebagai salah satu bangunan peninggalan bersejarah milik Indonesia.

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER