Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

29 April 2021|19:34 WIB

Hari Tari Sedunia, TMII Gelar Pertunjukan 46 Karya Tari Nusantara

Sebanyak 46 karya tari yang ditampilkan merujuk usia TMII yang ke-46 tahun

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageTangkapan layar penampilan virtual karya seni tari dalam rangka perayaan Hari Tari Sedunia yang digelar TMII, Kamis (29/4).Dok: Ist

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar pagelaran tari tradisional bertajuk “Gelar 46 Karya Seni Tari dalam 4 Jam 6 Menit Bersama 46 Koreografer”. Kegiatan ini bertepatan dengan momen perayaan Hari Tari Sedunia tanggal 29 April 2021. 

Pagelaran ini menampilkan 46 karya tari dari berbagai daerah, yang disiarkan secara live streaming selama empat jam lebih melalui kanal Youtube.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo mengatakan, pagelaran ini sekaligus merayakan perayaan Hari Ulang Tahun TMII yang jatuh pada tanggal 20 April 2020. Sebanyak 46 karya tari yang ditampilkan merujuk usia TMII yang memasuki 46 tahun.

“Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia, yang sekaligus kita memperingati Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah yang ke-46 yang jatuh pada 20 April 2021, ucapan terima kasih tak terhingga kepada maestro seni dan para koreografer atas peran sertanya dalam mendukung pegelaran virtual gelar 46 karya seni tari dalam 4 jam 60 menit bersama 46 koreografer” kata Tanribali dalam sambutannya, Kamis (29/4).

Tanrabali menambahkan, para penampil dalam pagelaran ini adalah para penari yang tergabung ke dalam kelompok atau sanggar anjungan yang ada di TMII serta sejumlah sanggar independen dari beberapa daerah.

Tari yang ditampilkan, antara lain Tari Tampi dari Bengkulu, Tari Gending Sriwijaya dari Sumatra Selatan, Tari Ratoeh Jaroe (mengambil basis gerakan tari Saman di Aceh), Tari Campak dari Bangka Belitung, Tari Selaras Pinang Masak dari Jambi, hingga Tari Merak dari Jawa Barat.

Selain itu, ada pula penampilan Tari Tepak Kipas Koneng dari DKI Jakarta, Tari Songket dari Palembang, Tari Golek Lambangsari dari Yogyakarta, dan Tari Sigam dari Kalimantan Selatan. Kemudian dari wilayah Timur, ada pula tari Cerana (NTT), Tari Mirah Wibawa (Lombok), Tari Sureka (Maluku), hingga Tari Balada Cendrawasi (Papua).

Ada pula penampilan sejumlah karya tari kreasi yang menggabungkan beberapa latar belakang budaya sekaligus. Salah satu di antaranya Tari Puspa Pesona, yang menggabungkan budaya Betawi, Sunda dan China. Ada pula suguhan masterpiece berupa dua karya tari ciptaan maestro Sulistyo Tirtokusumo yang sudah mendunia, yaitu Tari Srimpi Catur Sagutro dan Tari Bedoyo Kirana Ratih.

Pagelaran 46 karya tari di TMII dalam rangka Hari Tari Sedunia dan Ulang Tahun TMII ke-46 hari ini sepenuhnya dilaksanakan secara virtual dan tanpa penonton. Tanribali Lamo mengatakan, pihaknya menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk melaksanakan gelaran ini.

Ia menekankan, pandemi tak menghalangi para seniman di TMII untuk terus berkarya dan mempertontonkan hasil pencarian kreatifnya kepada publik. Ia pun berharap, apa yang ditampilkan hari ini bisa mendekatkan masyarakat, terutama generasi muda, kepada warisan budaya Indonesia.

“Untuk generasi muda di mana pun berada, tetap cintailah budaya dan selalu mengapresiasi seni, memberikan sumbangsih karya yang inovatif dan kreatif, bangga dengan budaya bangsa,” pungkasnya. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER