Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

13 Oktober 2021|12:57 WIB

Google Cloud Berikan Fitur Pelacak Jejak Karbon Pada Pengguna

Selain itu, Google sekarang akan memperingatkan pelanggan ketika mereka membuang-buang energi untuk layanan cloud yang tidak aktif.

Oleh: Rendi Widodo

ImageGoogle. Pixabay/PhotoMix

JAKARTA – Google dikabarkan akan memberikan fitur yang memberitahukan pelanggan cloud-nya tentang emisi karbon dari penggunaan cloud mereka dan membuka citra satelit kepada penggunanya untuk analisis lingkungan.

Dikutip dari Antara, Rabu (13/10), upaya ini adalah sebagai bagian dari dorongan untuk membantu perusahaan melacak dan memotong anggaran karbon.

Fitur-fitur baru tersebut termasuk di antara pengumuman yang dibuat Google Cloud pada hari Selasa (12/10) waktu setempat untuk memulai konferensi pelanggan tahunannya.

Penyedia cloud terkemuka seperti Google, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc telah bersaing dalam penawaran teknologi mereka yang keberlanjutan selama bertahun-tahun.

Alat pelaporan jejak karbon baru Google, serupa dengan yang telah disediakan Microsoft, menunjukkan emisi yang terkait dengan listrik yang digunakan untuk menyimpan dan memproses data pelanggan.

Selain itu, Google sekarang akan memperingatkan pelanggan ketika mereka membuang-buang energi untuk layanan cloud yang tidak aktif.

Penawaran pemetaan baru, Google Earth Engine, telah digunakan oleh puluhan ribu peneliti, pemerintah, dan kelompok advokasi sejak 2009. Namun, Google sekarang mengizinkan bisnis dalam layanan tersebut, yang mencakup banyak kumpulan data geospasial besar seperti Landsat dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menganalisis.

"Ini adalah sesuatu yang sekarang kami sadari dapat diterapkan pada banyak peluang komersial ini," kata direktur teknis di Google Cloud, Jen Bennett.

Menurut Google, Earth Engine dapat membantu memastikan rantai pasokan berkelanjutan dan memprediksi tantangan operasi dari cuaca ekstrem.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER