Gedung Pantja Dharma, Bangunan Bersejarah Di Kampus UGM | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

24 November 2021|18:56 WIB

Gedung Pantja Dharma, Bangunan Bersejarah Di Kampus UGM

Setidaknya, ada empat alasan yang menjadikan Gedung Pantja Dharma pantas dijadikan sebagai bangunan bersejarah.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

Gedung Pantja Dharma, Bangunan Bersejarah Di Kampus UGMGedung Pantja Dharma. Sumber foto: laman UGM

JAKARTA - Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tertua, tentu gedung Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki nilai historis yang tinggi. Salah satu bangunan bersejarah di UGM adalah Gedung Pantja Dharma atau Panca Darma.

Dra. Suwarni Darsohardjono, Mantan Kabid Data Base Arsip UGM mengungkapkan, setidaknya ada empat alasan mengapa Gedung Pantja Dharma memiliki nilai historis tinggi. Pertama, proyek pembangunan gedung tersebut sejatinya satu paket dengan Gedung Pusat UGM.

Hal tersebut mengartikan bahwa Gedung Pantja Dharma juga termasuk ke dalam proyek pembangunan pertama yang dibangun Pemerintahan Republik Indonesia setelah merdeka tahun 1945. Bangunan Pantja Dharma ini pun diresmikan bersamaan dengan Gedung Pusat UGM pada tanggal 19 Desember 1959 oleh Ir. Soekarno. 

"Gedung itu (Pantja Dharma) adalah proyek (pembangunan) pertama yang dibangun bangsa ini. Gedung Pusat dan Gedung Pantja Dharma itu satu paket (proyek)," ujarnya, dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (24/11).

Sebagai proyek pembangunan pertama juga, Gedung Pantja Dharma selanjutnya turut menjadi tanda atau titik awal Bangsa Indonesia menyadari pentingnya pendidikan. Menariknya, gedung UGM tersebut diketahui merupakan bangunan pertama yang dibangun tanpa campur tangan pihak asing. Sebab, bangunan Pantja Dharma ini asli buatan para insinyur Bangsa Indonesia. 

Selain ketiga alasan tersebut, Dra. Suwarni mengatakan, bahwa Gedung Pantja Dharma ini pernah menjadi saksi bisu diadakannya Konferensi Colombo Plan tahun 1959.

“Colombo Plan sendiri merupakan sebuah organisasi regional antar-pemerintah untuk memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Asia-Pasifik,” terangnya.

Kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pun mengizinkan diselenggarakan konferensi Colombo Plan di gedung tersebut. Setelah acara selesai, gedung itu pun kembali diserahkan kepada mantan Wakil Presiden RI tersebut. Kemudian, bangunan tersebut dimanfaatkan oleh UGM.

Dari keempat alasan tersebut, tidak heran mengapa bangunan Pantja Dharma ini memiliki nilai historis yang tinggi. Hal tersebut juga yang membuat mahakarya insinyur anak negeri ini tetap dirawat hingga saat ini.

Bangunan yang dahulu menjadi tempat konferensi antar negara tersebut, kini menjadi gedung kuliah Sekolah Vokasi (SV) UGM. Itulah sekilas sejarah tentang salah satu bangunan di UGM. Kira-kira, universitas mana lagi ya yang punya bangunan sejarah?

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA