Film Pendek Kompro Kemdikbudristek Tayang Di JAFF 2021 | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|09:02 WIB

Film Pendek Kompro Kemdikbudristek Tayang Di JAFF 2021

10 film pendek hasil Kompetisi Produksi (Kompro) yang diadakan Kemendikbudristek tahun ini akhirnya segera menemui penontonnya.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

Film Pendek Kompro Kemdikbudristek Tayang Di JAFF 2021Ilustrasi film. Freepik

JAKARTA – Sebanyak 10 film pendek hasil Kompetisi Produksi (Kompro) yang diadakan Kemendikbudristek tahun ini akhirnya segera menemui penontonnya. Kesepuluh karya terbaik dari berbagai daerah di Indonesia tersebut akan tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2021.

JAFF menjadi festival international pertama sekaligus sebagai ajang gala premier bagi 10 karya film Kompro 2021 ini. Dalam festival nanti, 10 karya ini akan diputar dalam program khusus Layar Indonesiana, pada 28 dan 29 November mendatang. Layar Indonesiana adalah program khusus yang di JAFF tahun ini untuk pemutaran karya- karya film pendek terbaik hasil Kompro 2021.

Kesepuluh film tersebut yaitu “Ade: Ride To Nowhere” (Hore Production, Makassar), “Culas” (Goodwork, Jakarta), “Gang Permai 2” (Historia Kreator, Pontianak), “Ibu Ora Sare” (Elio Studio, Yogyakarta), “Jiwo” (Catchlight Pictures Indonesia, Yogyakarta), “Kabar Dari Kubur” (Kinovia X Childhood Gang, Tangerang); “Membicarakan Kejujuran Diana” (Kembang Layar Indonesia, Jakarta); “Pasukan Semut” (Gertak Film, Pontianak);  “Radio Pakcik Mahmud” (Zettamind Studios, Batam), serta “Rasa(H)” (Kembang Gula, Solo).

Direktur Perfilman, Musik dan Media, Ahmad Mahendra mengatakan, penayangan perdana di JAFF tersebut merupakan pencapaian penting bagi film-film hasil Pompro 2021. Sebab, film-film tersebut telah membuktikan kualitasnya, dengan melewati kurasi JAFF yang merupakan salah-satu festival penting di Indonesia.

“Kita tahu JAFF, semua orang tahu, salah satu festival yang sangat penting yang diinisiasi oleh komunitas, terutama di sini ada direkturnya mas ifa. Jadi ini sudah tidak diragukan lagi. jadi saat kita bisa terhubung dengan JAFF, dikurasi di JAFF 2021 itu luar biasa. Jadi ini kesempatan kepada 10 film ini sehingga bisa masuk di JAFF itu menurut saya sesuatu banget,” ungkap Mahendra dalam sesi Ngobras daring, Rabu (24/11).

Sebagai informasi, Kompro 2021 adalah program fasilitasi produksi dari Kemdikbudristek yang helatannya telah berlangsung sejak Mei lalu. Program ini berupa sebuah kompetisi proposal ide cerita film yang bertemakan Dinamika Kebudayaan. Tema ini mewakili semangat pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui film.

Dari 10 Proposal film terpilih mendapatkan pendukungan dana produksi, workshop perfilman, mentoring dari filmmaker profesional. Ajang ini diikuti oleh lebih dari 352 peserta dari seluruh Indonesia, dan kemudian mengerucut menjadi 10 ide cerita terbaik. Ide-ide terbaik itulah yang kemudian diproduksi dengan fasilitasi Kemdikbudristek.

Ifa Isfansyah selaku salah-satu juri Kompro 2021 sekaligus Direktur JAFF mengatakan, film-film pendek hasil Kompro 2021 memiliki kualitas yang sangat baik, dengan tawaran ide-ide yang segar dan beragam. Ifa membayangkan 10 film terpilih tersebut menyuguhkan wajah masa depan perfilman nasional.

“Di titik sekarang ini dari segala perspektif, baik selaku produser atau sutradara, saya sangat senang sekali melihat hasil 10 film ini. Bahkan kami juga di JAFF harus merekomen, maksudnya film-film  apa yang harus ditonton di JAFF. Saya salah satunya rekomen yaitu Layar Indonesiana ini yang memutar 10 film hasil Kompro ini,” uca Ifa.

“Kemarin melihat hasil-hasilnya menyenangkan sekali, dan buat saya, salah satu yang muncul di saya kemudian adalah, merasa ada ketenangan bahwa ini kedepannya regenerasi pembuat film di Indonesia ini akan jalan,” pungkasnya.

Selain di JAFF, 10 film hasil Kompro 2021 nantinya juga akan ditayangkan di platform Indonesiana Tv milik Kemdikbudristek.

Didorong berkompetisi di festival dunia

Ahmad Mahendra mengatakan bahwa JAFF bukan tujuan akhir dari kesepuluh film terbaik Kompro 2021. Lebih jauh, pemerintah mendorong film-film tersebut untuk terus menjelajahi ruang-ruang festival lainnya kedepannya, termasuk festival-festival bertaraf internasional.

Dorongan itu merupakan bagian dari komitmen Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk memajukan ekosistem perfilman nasional. Kehadiran Kompro diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya talenta-talenta baru di tanah air.

“Kita malah dorong, kita bantu malahan agar film-film ini mengikuti festival-festival luar negeri. Apalagi di sini ada mas Ifa yang sudah pengalaman juga mas Arfan (Arfan Sabran, Mentor Kompro 2021-red) yang saya pikir sudah punya pengalaman ke luar negeri, mereka bisa merekomendasikan kayak ‘ini cocok nih ke festival Busan atau mungkin ke Singapura,’” terang Mahendra.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA