Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

SENI & BUDAYA

03 Mei 2021|11:13 WIB

Film-Film Tentang Perjuangan Para Buruh

Hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei mengenang kerusuhan di Amerika Serikat

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImageBuruh melakukan aksi di Kawasan Patung Kuda, Jakarta. ANTARAFOTO/Wahyu Putro A

JAKARTA – Setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Dan umumnya di beberapa negara, peringatan Hari Buruh atau May Day dijadikan sebagai hari libur tahunan.

May Day berawal dari gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh sekitar 130 tahun yang lalu. Tanggal 1 Mei dipilih untuk mengenang tragedi kerusuhan Haymarket, Illinois, Amerika Serikat yang menelan banyak korban.

Meski begitu, bukan berarti perjuangan para buruh sudah selesai. Apalagi pada masa pandemi seperti ini, yang mau tidak mau berdampak besar pada buruh.

Kisah dan tragedi buruh yang memperjuangkan hak-haknya, baik yang terjadi di negara-negara tertentu bahkan dunia, selalu menarik perhatian. Maka tak jarang pula industri film mengangkat tema-tema tersebut ke layar lebar. Berikut film-film tentang buruh yang menarik disaksikan.

Norma Rae (1979)
Norma Rae mengikuti kisah seorang buruh pabrik bernama Norma Rae Webster. Norma bekerja di pabrik tekstil yang perlahan kesehatannya mulai menurun akibat lingkungan kerja yang buruk.  Kemudian, ia bergabung dengan serikat pekerja guna menuntut agar lingkungan kerja tersebut diperbaiki, termasuk upah yang kecil, beban kerja yang banyak, dan juga perbedaan perlakuan antara pekerja kulit hitam dan pekerja kulit putih. Cerita di film ini berdasarkan kisah nyata Crystal Lee Sutton dalam bukunya di 1975 yang berjudul Crystal Lee, a Woman of Inheritance.

12 Years a Slave (2013)
Film ini adalah adaptasi dari memoir Twelve Years a Slave yang ditulis oleh Solomon Northup, laki-laki kelahiran New York yang merupakan keturunan Afrika-Amerika. Solomon diculik ketika berada di Washington DC oleh dua orang laki-laki pada 1841 dan dijual sebagai budak. Ia kemudian harus bekerja di perkebunan di negara bagian Lousiana selama 12 tahun sebelum akhirnya dibebaskan.

Film 12 Years a Slave menceritakan perbudakan yang sangat akurat, menurut ahli sejarah University of Reading. Film ini pun meraih banyak penghargaan, termasuk Academy Awards untuk kategori Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik.

Chicken Run (2000)
Film kartun juga bisa menjadi salah satu media untuk menceritakan kisah perjuangan para pekerja dalam menuntut hak dan kesejahteraan mereka. Salah satunya melalui Chicken Run.

Sesuai dengan namanya, Chicken Run berkisah mengenai sekelompok ayam di peternakan yang berusaha melarikan diri dari kehidupan mereka yang tidak bahagia. Apalagi setelah si pemilik peternakan memutuskan untuk mengubah peternakan yang menghasilkan telur menjadi produksi otomatis pie daging ayam. Mau tidak mau, para ayam ini harus mencari tempat lain untuk mereka berlindung agar nyawa mereka semua bisa selamat.

Made in Dagenham (2010)
Rita O’Grady, perempuan yang bekerja untuk pabrik Ford Motor Co. di Dagenham, Inggris, menjadi tokoh utama dalam film Made in Dagenham. Meskipun bekerja secara giat dalam menjahit bahan untuk kursi mobil, perempuan masuk dalam kategori pekerja yang tidak memiliki kemampuan.

Akhirnya, mereka digaji jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Rita pun bertekad memprotes hal ini untuk menuntut upah yang setara. Perjuangan mereka tidak sia-sia dengan melahirkan peraturan kesetaraan gaji di 1970.

Cesar Chavez (2014)
Cesar Chavez adalah film biografi mengenai kehidupan buruh Amerika bernama Cesar Chavez yang mendirikan Serikat Pekerja Peternakan yang menaungi 50ribu pekerja peternakan di California, Amerika Serikat. Chavez berusaha melindungi para pekerja itu, sebab, kebanyakan pekerja temporer dari Meksiko yang hanya bisa tinggal dan bekerja di Amerika.

Jika mereka tidak bekerja, maka para pekerja itu harus kembali ke negara asal mereka. Belum lagi kondisi lingkungan pekerjaan yang sangat buruk, juga adanya rasisme dan kekerasan pada para pekerja. Usahanya tidak mudah, belum lagi dapat banyak penolakan khususnya pemilik industri peternakan. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER