Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

GAYA HIDUP

04 Mei 2021|20:26 WIB

Fashion Show Di Tengah Sawah, Desainer Angkat Potensi Nusantara

Konsep fashion show ini menampilkan karya busana berbahan kain tradisional

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImagePara model memperagakan busana karya sejumlah desainer dalam parade “When Culture Meet Nature” di Borobudur, Magelang, Senin (03/5). Athan Siahaan/dok

JAKARTA – Acara fashion show identik dengan panggung mewah dengan tata cahaya yang indah nan mengagumkan. Bagaimana jadinya jika panggung mewah itu dihilangkan, dan diganti panggung alam terbuka? Ternyata, hasilnya tetap indah, lho!

Itulah yang ditunjukkan sejumlah desainer kenamaan Indonesia,  dengan menggelar fashion show di sawah, di kawasan wisata Svargabumi, dekat Candi Borobudur, Magelang, Senin (03/5). Mengusung konsep fesyen yang menyatu dengan alam, parade ini menampilkan karya busana memakai bahan kain tradisional atau warisan nusantara.

Executive Director Indonesia Fashion Parade, Athan Siahaan mengatakan parade di tengah sawah ini bermaksud memperlihatkan harmoni antara gaya dengan alam. Selain itu, kegiatan ini diharapkan sebagai langkah awal kembali menggulirkan dunia fashion show di Indonesia yang lama terpuruk karena pandemi.

“Adapun tujuan acara ini adalah untuk mengangkat kearifan lokal  dengan visi misi untuk meningkatkan ekonomi kreatif di tengah pandemi,” ungkap Athan dalam keterangannya kepada Validnews, Selasa (04/5).

Kegiatan fashion show ini dibungkus dalam tajuk When Culture Meet Nature. Para desainer menampilkan aneka busana yang berbasis kain tradisional nusantara. Kain itu antara lain endek (Bali), batik lukis dan batik tulis (Yogyakarta), ulos (Batak Toba), hingga songket (Palembang).

Athan menjelaskan, lewat kegiatan parade tersebut, ia dan kawan-kawan juga hendak mengangkat kekayaan potensi warsa nusantara yang sangat beragam dan bernilai tinggi.

“Dengan harapan keabadian budaya Indonesia akan terdengar di seluruh dunia dan Indonesia memiliki banyak keanekaragaman budaya. Seperti Keunikan kain kain tradisional yang memiliki Proses Yang sangat Panjang serta nilai seni yang sangat tinggi dengan teknik beragam,” ujarnya.

Ada sembilan desainer yang memamerkan karya mereka dalam kegiatan ini, yaitu Athan Siahaan, Ariesanthi, Lenny Hartono, Stefan Adji, Ucok M Sirait, Rachel Wang, Linda Susanti, Dimas Santoeso dan Yayan Arsa. Peragaan busana ini menampilkan sebanyak 22 model.

Acara fashion show digelar secara langsung pada Senin siang, serta disiarkan secara streaming di Channel YouTube. Athan mengklaim, pagelaran ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan serta dengan mengantongi izin dari Satgas Covid-19  dan kepolisian setempat.

“Ini menjadi acara fashion show pertama di Indonesia yang digelar secara langsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA