Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

TEKNO

11 Mei 2021|21:00 WIB

Facebook Minimalisir Penyebaran Hoaks Lewat Pop-up Terbaru

Facebook akan memastikan penggunanya benar-benar-benar sudah membaca artikel atau berita yang akan dibagikannya (share).

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageIlustrasi facebook. Shutterstock/dok

JAKARTA –Masih banyaknya informasi hoaks yang tersebar di media sosial saat ini, membuat Facebook merilis fitur pertanyaan di pop-up (jendela halaman). Fitur itu akan muncul ketika penggunanya akan membagikan berita atau artikel.

"Mulai hari ini, kami menguji cara untuk mempromosikan berbagi artikel berita yang lebih tepat," kata pihak Facebook melalui akun Twitter resmi Facebook Newsroom, Selasa (11/5).

"Jika Anda ingin membagikan link artikel berita yang belum Anda buka, kami akan menampilkan permintaan yang mendorong Anda untuk membukanya dan membacanya, sebelum membagikannya dengan orang lain" tulis Facebook dalam pengumannya.

Saat ini, fitur pop-up ini masih dalam masa uji coba ke hanya sekitar enam persen pengguna di seluruh dunia. Nantinya Facebook akan memastikan penggunanya benar-benar sudah membaca artikel atau berita yang akan dibagikannya (share).

Bagi pengguna yang hendak membagikan, namun belum membaca berita tersebut, akan diingatkan facebook lewat pop-up yang akan muncul. "Anda akan membagikan artikel ini tanpa membukanya". "Berbagi artikel tanpa membacanya mungkin berarti kehilangan fakta-fakta kunci", demikian kalimat yang akan muncul dalam pop-up Facebook nanti.

Meski muncul pesan tersebut, tetap ada pilihan yang memungkinkan pengguna Facebook bisa membagikan berita sekalipun tidak atau belum membacanya. 

Namun demikian, apapun langkah yang diambil Facebook kali ini, sekan mencoba mengikuti jejak Twitter yang sudah sejak Juni 2020 mengaplikasikan fitur serupa di platformnya.

Terlebih, kabarnya selama beberapa bulan penerapan fitur serupa, Twitter telah berhasil meningkatkan peluang seseorang membuka tautan tertentu sebesar 40 persen, atau 33 persen sebelum benar-benar me-retweet atau membagikannya.

Sementara dalam data yang sama, beberapa pengguna lainnya dengan persentase yang tidak diungkapkan Twitter, lebih memilih untuk tidak mem-posting sama sekali setelah melihat permintaan membaca terlebih dulu sebelum membagikan berita.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER