Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

GAYA HIDUP

10 Juni 2021|20:17 WIB

Dukungan Musisi Terhadap Korban Pelecehan Seksual

Tak mudah bagi korban pelecehan untuk membicarakan traumanya ke publik

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageSejumlah aktivis yang tergabung dalam Simpul untuk Pembebasan Perempuan melakukan unjuk rasa saat peringatan Hari Perempuan Internasional. Antar foto/dok

JAKARTA - Baru-baru ini, seorang perempuan membeberkan pengalamannya mengalami pelecehan seksual di masa lalu. Pengalaman yang diceritakan di Twitter itu menyeret nama eks penyiar radio Gofar Hilman.

Lewat akunnya, sang perempuan bercerita kejadian itu terjadi pada tahun 2018, dalam sebuah acara yang dihadiri Gofar di Malang. Ia membeberkan perilaku yang diterimanya acara tersebut, di mana Gofar melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan tanpa consent pihak perempuan.

Cuitan panjang akun tersebut dibanjiri respon netizen. Ada yang bersimpati, namun ada pula yang berpendapat itu kesalahan sang perempuan sendiri, dan juga yang mempertanyakan mengapa cerita lama baru diungkit sekarang.

Namun terlepas dari berbagai komentar netizen, dan terlepas benar tidaknya cerita tersebut, isu tersebut terus bergulir dan bahkan menjadi trending topic. Banyak yang menunjukkan simpatinya kepada perempuan yang sudah berani mengungkapkan kisahnya itu.

Dugaan pelecehan seksual oleh Gofar Hilman pun memantik respon sejumlah musisi Tanah Air. Mereka menunjukkan dukungan terhadap sang perempuan lewat akun media sosialnya masing-masing.

Misalnya, seperti yang ditunjukkan musisi Fiersa Besari. Dia mengajak orang-orang untuk berada di pihak korban, sekalipun kebenaran cerita korban belum terbukti. Fiersa memahami bagaimana sulitnya bagi seorang korban untuk berbicara, karena itulah mereka harus didukung.

"Sampai terbukti sebaliknya, ada baiknya kita tetap berada di pihak korban. Tidak mudah bagi seorang penyintas pelecehan seksual untuk mengunjungi kembali ingatan, terlebih berbicara. Apalagi di negeri di mana kasus pelecehan sering dianggap remeh. Tetap pantau dan kawal, Dulur,” cuitnya melalui akun @FiersaBesari, Rabu (9/6).

Sikap senada juga disampaikan rapper Yacko. Ia mengkritik netizen yang malah menyudutkan korban, padahal tidak mudah bagi perempuan untuk bisa membicarakan traumanya ke publik. Di meminta agar publik mau mendengarkan terlebih dahulu apa yang dikatakan korban.

“I stand with the victim! Kami berdiri bersama korban,” cuit pemilik akun Twitter @yacko ini.

Dukungan untuk korban pelecehan seksual juga diungkapkan musisi, Kartika Jahja. Musisi yang juga berteman dengan Gofar ini mengaku tak akan membela pelaku pelecehan seksual. Sebaliknya, ia memandang pentingnya dukungan bagi korban, dan perlunya sanksi bagi pelaku.

"Tidak ada tempat untuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi di dalam kancah industri, skena atau komunitas manapun,” ungkap Kartika dalam unggahan Instagramnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh Gofar Hilman hingga kini masih terus mengemuka. Gofar sendiri telah bersuara, menyatakan tidak melakukan hal yang dituduhkan itu dan menyatakan menyelesaikan polemik tersebut secara hukum.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA