Selamat

Selasa, 21 September 2021

13 September 2021|09:48 WIB

Cukang Taneuh, Wisata Susur Sungai Tiada Duanya Di Ciamis

Nama Green Canyon terinsipirasi dari sinaran warna hijau yang disebabkan oleh lumut yang memenuhi tebing dinding.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rendi Widodo

ImageWisatawan siap melompat dari Batu Payung. Wikimedia/Ocyid X

JAKARTA – Terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Cukang Taneuh menawarkan keindahan alam yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Lokasi yang akhirnya tenar disebut sebagai Green Canyon Indonesia ini berada 130 kilometer dari pusat Kota Ciamis. Tidak jauh dari Pantai Batu Karas dan Lapangan Terbang Nusawiru.

Secara harfiah, Cukang Taneuh memiliki arti sebagai jembatan tanah. Nama ini diambil dari jembatan alami yang terbentuk di atas lembah yang mengitari situs wisata ini. Dahulu kala, warga memanfaatkannya untuk menyeberangi dua sisi jurang agar bisa menuju ke kebun mereka.

Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh wisatawan Prancis seperti dikutip dari laman Indonesia Kaya, pada tahun 1993. Nama Green Canyon terinspirasi dari sinaran warna hijau yang disebabkan oleh lumut yang memenuhi tebing dinding.

Sementara itu, aliran sungai Cijulang sendiri juga berwarna hijau dan melewati goa yang dipenuhi stalaktit dan stalakmit. Aliran sungai ini juga melewati dua bukit dengan pepohonan yang rimbun dan bebatuan yang indah.

Warna hijau ini berasal dari plankton atau organisme renik sejenis alga yang hidup alami di air sungai. Bisa dipastikan ketika matahari lamat-lamat menyusup dari balik ranting pohon, maka akan tercipta sebuah keindahan yang tidak ada duanya.

Untuk bisa sampai di lokasi, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Dermaga Ciseureuh. Wisatawan bisa menyewa perahu warga yang ada di dermaga dan akan melakukan perjalanan sejauh tiga kilometer.

Tenang saja, selama perjalanan menggunakan perahu, wisatawan juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang menawan, antara lain air terjun mini di kiri-kanan sungai dan keindahan stalaktit yang bergelantung dengan kilau tetesan air dari ujungnya.

Dari mulut gua, perjalanan dapat diteruskan dengan berenang. Ujung gua ini terletak kurang lebih 100 meter dengan kedalaman air berkisar antara 0,5-3 meter. Untuk menjaga keselamatan selama meneruskan perjalanan, pengunjung diwajibkan menggunakan pelampung.

Lalu bagaimana untuk yang tidak bisa berenang? Tenang saja, akan ada guide yang berpengalaman dan siap mengakomodasi wisatawan untuk menyusuri indahnya wisata alam ini. 

Cukang Taneuh akan menjadi surganya wisata bagi wisatawan yang gemar dengan wisata eksploratif. Bebagai bentuk batuan stalaktit dan stalakmit di sini akan memberikan sensasi yang unik dan sulit ditemukan di lokasi wisata umum.

Penggemar adrenalin juga akan terhibur dengan coba melompat dari tebing ke sungai. Tempat untuk melompat itu dikenal dengan nama Batu Payung, karena bentuk ujungnya yang membulat seperti kepala jamur.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA