Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

TEKNO

10 Juni 2021|13:43 WIB

Cara Instagram Tentukan Tampilan Di Beranda

Mungkin di antara kamu ada yang bertanya-tanya, bagaimana Instagram menentukan postingan di beranda? Ini jawabannya

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi Instagram. Pixabay/dok

JAKARTA – Sebagai media sosial yang ingin terus memanjakan penggunanya, Instagram diketahui telah melakukan beberapa kali perubahan sistem. Salah satunya untuk menentukan apa yang bisa dilihat di beranda atau home masing-masing pengguna.

Pada awal kemunculan Instagram misalnya, pemilik akun secara otomatis akan bisa melihat foto-foto orang yang di-follow di beranda, berdasarkan urutan waktu foto itu diunggah.

Namun seiring berjalannya waktu, sistem itu tak lagi digunakan. Sekarang, Instagram menggunakan perhitungan-perhitungan atau algoritma yang baru, untuk menentukan apa yang akan ditampilkan pada beranda.

Menanggapi banyaknya pertanyaan seperti, "Bagaimana Instagram memutuskan apa yang pertama kali muncul di beranda penggunanya?"; "Mengapa beberapa postingan lebih sering ditampilankan daripada yang lain?"; dan "Bagaimana cara Instagram memutuskan apa yang akan ditampilkan di kolom explore?", Instagram membocorkan bagaimana algoritma bekerja untuk menentukan itu semua.

Penjelasan itu dibuat langsung oleh Chief Instagram, Adam Mosseri di website resmi mereka. Secara umum, Adam menjelaskan bahwa Instagram tidak hanya memiliki satu algoritma untuk mengetahui apa yang dilihat dan tidak dilihat orang dengan akunnya.

"Kami menggunakan berbagai algoritma, pengklasifikasi, dan proses, masing-masing dengan tujuannya sendiri," kata Adam.

Fitur Feed, Explore, Stories dan Reels akan menggunakan algoritmanya sendiri, disesuaikan dengan cara orang menggunakannya. Seperti orang-orang cenderung ingin melihat postingan teman terdekat mereka di Stories, tetapi mereka ingin menemukan sesuatu yang sama sekali baru di Explore.

Algoritma itu semua bekerja untuk membuat pengguna bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Serta memiliki pengalaman di Instagram sepersonal mungkin. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor, yang mereka sebut sebagai "sinyal".

Sinyal itu sendiri ada ribuan, meliputi beberapa hal, seperti waktu postingan dibagikan, penggunaan ponsel atau web, hingga seberapa sering Anda menekan likes sebuah video atau foto dalam kategori tertentu.

Untuk Feed dan Stories misalnya, ada beberapa sinyal yang menjadi pertimbangan algoritma Instagram. Diurutkan dari yang paling penting meliputi hal berikut;

Informasi tentang unggahan ini adalah sinyal tentang seberapa populer sebuah unggahan, berapa banyak orang yang menyukainya, dan informasi lebih umum tentang konten itu sendiri, seperti kapan diposting, berapa lama durasinya (jika itu video), dan di mana lokasinya.

Selanjutnya, informasi tentang orang yang mengunggah. Hal ini membantu pihak Instagram memahami seberapa menarik orang tersebut bagi tiap-tiap pemilik akun lain. Tolok ukur menarik itu bisa dilihat dari berapa kali pemilik akun Instagram tersebut berinteraksi dengan orang yang mengunggah, dalam beberapa minggu terakhir.

Kemudian, aktivitas pemilik akun. Ini membantu Instagram untuk memahami apa yang minat si pemilik akun dan juga berapa banyak pos yang di sukai.

Dan terakhir, riwayat interaksi dengan akun lain. Ini memberi gambaran ke Instagram tentang seberapa tertarik pemilik akun itu terhadap unggahan dari akun tertentu yang lain. Semakin tinggi ketertarikan maka makin sering pula unggahan yang bersangkutan hadir di beranda miliknya.

Dari empat sinyal itulah kemudian Instagram membuat serangkaian prediksi. Untuk menimbang seberapa besar kemungkinan pemilik akun menghabiskan beberapa detik pada sebuah pos, mengomentarinya, menyukainya, menyimpannya, dan mengklik foto profil.

Akan tetapi, urutan seberapa penting keempat sinyal di atas itu hanya berlaku pada Feed dan Stories saja. Sebab urutannya akan berbeda lagi dalam algoritma kolom Explorer dan juga Reels.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER