Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

29 April 2021|11:36 WIB

BRIN Lirik Potensi Besar Riset Berbasis Biodiversitas

Indonesia merupakan tempat bagi 10 persen spesies tumbuhan dunia

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageIlustrasi keragaman hayati. Pixabay/dok

JAKARTA – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko resmi dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) per tanggal 28 April 2021 di Jakarta. Penetapan ini menyusul ditetapkannya BRIN sebagai badan otonom pusat integrasi riset dan inovasi di Indonesia yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Menurut Handoko, BRIN memiliki posisi yang sangat strategis karena berperan dalam proses konsolidasi sumber daya, khususnya anggaran dan SDM terkait pengembangan riset maupun inovasi.

Ke depannya, BRIN akan fokus mengembangkan riset dan inovasi berbasis biodiversitas atau keragaman hayati. Menurutnya, wilayah riset tersebut memiliki potensi besar yang mampu memberi keunggulan bagi Indonesia dalam persaingan ilmu pengetahuan dunia.

“Pada tahap awal saya akan memfokuskan pada riset dan inovasi berbasis biodiversitas yang memiliki local competitiveness tinggi. Tentu riset dan inovasi teknologi juga tetap didukung,” ujar Handoko dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/4).

Indonesia tidak kalah dengan negara lain dalam hal biodiversitas atau keragaman hayati. Hal ini tak terlepas dari fakta letak wilayah Indonesia di jalur garis Khatulistiwa, sehingga kaya akan sumber daya hayati. Kekayaan itu tersebar di darat maupun di laut Indonesia.

Keragaman hayati Indonesia, jika digabungkan antara keragaman di darat dan di laut, merupakan yang paling kaya di dunia. Mengutip Indonesiabaik.id, Indonesia memiliki jumlah spesies mamalia terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 670 spesies. Sementara di lautan, Indonesia memiliki 4.782 spesies ikan dan merupakan terbanyak kedua di dunia. Selain itu, Indonesia merupakan tempat bagi 10 persen spesies tumbuhan dunia.

Handoko menjelaskan, BRIN juga mampu menjadi jembatan antara dunia riset dengan dunia industri. Keduanya harus berjalan beriringan sehingga menciptakan ekosistem yang baik. Melalui aktivitas riset yang terintegrasi dan melahirkan banyak invensi dan inovasi yang mampu bersaing secara global, maka hilirisasi industri dapat menjadi pendorong ekonomi dan sekaligus penarik investor sektor riset.

“BRIN harus mampu menjadi enabler (pengungkit) bagi industri Indonesia untuk mampu berkompetisi secara global,” ujarnya.

Laksana Tri Handoko sebelumnya telah memimpin LIPI selama tiga tahun, terhitung sejak Mei 2018. Ia peneliti Indonesia di bidang Fisika. Pernah menjabat sebagai Kepala Grup Fisika Teori dan Komputasi di Pusat Penelitian Fisika LIPI (2002 – 2012), Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI (2012 – 2014), dan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI (2014 – 2018). (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER