Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

GAYA HIDUP

11 Juni 2021|15:06 WIB

Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi El Salvador

Sayangnya, hanya sedikit masyarakat di sana yang bisa mengakses bitcoin

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi Bitcoin. Sumberfoto: Shutterstock/dok

JAKARTA – El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Setelah proposal Presiden Nayib Bukele disetujui oleh mayoritas anggota Kongres.

Dengan tujuan untuk mempromosikan “inklusi keuangan”, investasi dan pembangunan ekonomi di negaranya, proposal Nayib itu disetujui "supermajority" oleh 62 dari total 84 anggota Kongres. Di mana mayoritas berasal dari partai yang sama dengan Nayib.

Keputusan tersebut akan disahkan menjadi undang-undang dalam 90 hari ke depan. Akhirnya, seluruh masyarakat El Salvador bisa menggunakan Bitcoin dalam seluruh transaksinya. Termasuk untuk membayar pajak, dengan nilai tukar bitcoin yang akan ditentukan oleh pasar.

Meski menorehkan sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mengesahkan Bitcoin sebagai mata uang resmi, keputusan ini juga mendapatkan sorotan negatif dari banyak pihak.

Pastor José María Tojeira, Direktur Institut Hak Asasi Manusia di University of Central America, misalnya, menyebut bahwa sangat sedikit orang Salvador yang memiliki kapasitas teknis untuk mengakses bitcoin. 

Jadi, keputusan ini dinilai hanyalah sebuah pertunjukan semata, alih-alih untuk membantu ekonomi masyarakat.

“Keputusan tersebut agak tidak bisa dipahami. Tampaknya lebih seperti membuat pertunjukan, yang merupakan ciri khas pemerintah ini. Banyak propaganda, tetapi sedikit perubahan struktural untuk membantu penduduk miskin,” katanya dikutip dari Guardian.

David Morales, dari kelompok hak asasi manusia Cristosal juga menggambarkan undang-undang tersebut sebagai “pemasaran politik”. Hal itu dilihatnya dari bagaimana keputusan tersebut bisa disetujui dengan begitu cepatnya. Dibandingkan dengan keputusan undang-undang untuk menjamin hak atas air atau reformasi undang-undang aborsi di El Salvador.

"Itu adalah ide yang muncul di benak presiden dan menjadi undang-undang dalam beberapa jam. Keputusan penting semacam ini dibuat sebagai bagian dari strategi pemasaran, alih-alih memiliki debat nasional yang sebenarnya,” tegas Morales.

Di luar perdebatan yang masih mencuat, keputusan disahkannya Bitcoin sebagai mata uang resmi di El Salvador, telah mendongkrak nilai mata uang kripto tersebut di pasaran. Di mana harga bitcoin langsung melonjak naik 5% menjadi 34.239,17 US Dollar, tak lama setelah pemungutan suara tersebut.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER