Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

13 Oktober 2021|10:10 WIB

Belum PTM? Ini Tips Jaga Kesehatan Mental Anak Selama PJJ

Penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian ekstra terhadap kesehatan mental anak pada masa pandemi

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

ImageIlustrasi orang tua dan anak menjalani PJJ. Dok. Zenius

JAKARTA – Proses belajar online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah menjadi keseharian banyak anak-anak di Indonesia selama hampir dua tahun terakhir. Meskipun belakangan sejumlah daerah sudah mulai menggelar kegiatan belajar tatap muka, pada kenyataannya masih banyak daerah yang masih menjalani PJJ.

PJJ tentunya bukan sesuatu yang asyik, terlebih bagi anak-anak di usia SD. Kurangnya interaksi dengan teman-teman sekelas secara langsung, beban tugas yang menumpuk, dan ruang gerak saat bermain yang terbatas, bisa memicu frustrasi bagi anak-anak. Keadaan ini pada akhirnya juga akan berdampak pada kesehatan mental dan emosional anak.

Menurut laporan UNICEF pada Agustus lalu menyebut, 80 juta anak di Indonesia menghadapi dampak sekunder dari pandemi. Dalam hal kesehatan mental, hampir separuh rumah tangga memberi laporan bahwa terdapat perubahan perilaku pada anak, seperti sulit berkonsentrasi (45%), mudah marah (13%), dan sulit tidur (6,5%).

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian ekstra terhadap kesehatan mental anak di masa pandemi. Khususnya bagi anak-anak di daerah yang masih harus bertahan dengan sistem PJJ.

Nah, berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anak saat masa PJJ, dikutip dari siaran resmi perusahaan aplikasi pembelajaran online, Zenius;

Bangun hubungan dengan anak
Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah pada masa pandemi. Untuk itu, orang tua perlu membangun kedekatan dengan anak dengan menunjukkan perhatian secara maksimal. 

Mereka bisa menjadi pendengar yang baik, dan menjadi sosok sahabat yang selalu siap sedia bagi anak. Dengan cara ini, anak akan mendapatkan kasih sayang serta terbiasa untuk berkomunikasi dan terbuka dalam menceritakan kesulitan yang dialaminya.

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi
Makanan yang sehat dapat menjaga kesehatan, membantu kinerja otak, juga membuat anak berpikir lebih jernih. Berikan variasi makanan yang beragam serta gizi seimbang. 

Sesekali, tak ada salahnya untuk mengajak anak mengonsumsi makanan favoritnya agar mood-nya menjadi lebih baik. Jangan lupa juga, pastikan anak untuk selalu memenuhi konsumsi air putih sesuai kebutuhan. 

Tidur dan istirahat yang cukup
Durasi tidur yang ideal bagi anak usia 6-13 tahun adalah 9 sampai 11 jam per hari, sedangkan bagi anak usia 14-17 tahun adalah 8 hingga 10 jam per hari. Orang tua perlu memperhatikan jam tidur anak, jangan sampai anak tidur terlalu larut malam. Selain itu, batasi screen time anak supaya tidak terlalu lama bermain gadget.

Sabar dampingi anak
 Orang tua juga harus berperan sebagai guru bagi anak-anak di rumah. Kehadiran orang tua dalam proses belajar bisa menambah dukungan sehingga anak lebih termotivasi dan menikmati waktu belajarnya. 

Bantu anak saat ia menghadapi kesulitan, memberi arahan dalam mengerjakan tugas, serta memberikan cara-cara kreatif dalam belajar agar kegiatan PJJ lebih optimal. Orang tua sesekali juga bisa mengambil cuti dari pekerjaan untuk menemani anak sekolah online.

Beri kegiatan bermanfaat
Salah satu masalah bagi anak saat pandemi adalah kurangnya kegiatan sehingga mudah merasa bosan. Tak jarang, handphone dan TV menjadi pilihan yang sering diberikan oleh orang tua. Padahal, banyak kegiatan seru dan bermanfaat walau hanya di rumah. 

Misalnya mendaftarkan anak pada kelas-kelas online, seperti coding, sains, musik, atau melukis. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak terlibat dalam pekerjaan rumah, seperti memasak atau berkebun.

Tetap terhubung lewat virtual meeting
Interaksi sosial dengan teman sebaya adalah hal penting bagi perkembangan sosial maupun moral anak. Di masa pandemi ini, teknologi bisa dimanfaatkan misalnya dengan membuat agenda bersama orang tua lainnya untuk melakukan pertemuan virtual. Di situ, anak-anak bisa mengobrol sebebas bebasnya tanpa membahas pelajaran dengan teman-temannya.

Bangun rasa optimis
Orang tua perlu membangun rasa optimisme di depan anak bahwa pandemi ini akan berakhir dan kegiatan anak akan kembali seperti semula. Berikan informasi positif mengenai pandemi agar anak tidak putus asa walaupun saat ini belum bisa bermain, bertemu teman-teman, atau sekolah tatap muka secara penuh. 

Beri anak harapan bahwa mereka bisa segera bersekolah dengan normal, apalagi saat ini sudah dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kesehatan mental harus menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua, karena hal tersebut sangat berpengaruh untuk perkembangan anak ke depannya. 

Kesehatan mental yang baik pada anak akan memotivasi mereka untuk belajar. Ketika anak memiliki motivasi untuk belajar, mereka akan menumbuhkan kecintaan pada kegiatan belajar.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER