Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

29 April 2021|13:22 WIB

Batimung, Tradisi Perawatan Tubuh Dari Kalimantan Selatan

Biasanya tradisi ini dilakukan calon pengantin sebelum pernikahan

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageBudaya Batimung, Budaya di Kalimantan Selatan yang sampai sekarang masih dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya-Indonesia/dok

JAKARTA – Indonesia kaya akan berbagai tradisi kecantikan dan perawatan tradisional. Umumnya, setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda. Tradisi perawatan kecantikan juga dikaitkan dengan ritual hingga mitos tertentu yang diwariskan para leluhur di masa lalu.

Masyarakat Banjar dan Dayak di Kalimantan Selatan masih setia dengan budaya tersebut. Masyarakat di sana mengenal tradisi perawatan tradisional bernama batimung. Batimung berarti mandi uap yang dilakukan para perempuan dan laki-laki menjelang pernikahan.

Menurut cerita, batimung bermula dari kisah Putri Junjung Buih, putri kepala suku Dayak yang cantik jelita. Diceritakan Junjung Buih muncul dari sekumpulan buih yang menguap di atas permukaan sungai.

Melansir jurnal Naditira Widya Vol. 12 No.2 (2018) yang diterbitkan Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, batimung kini menjadi salah satu syarat bagi calon pengantin sebelum melangsungkan perkawinan. Prosesi ini bertujuan agar keringat kedua mempelai saat pernikahan tidak bau dan berganti wangi.

Mandi uap atau batimung memanfaatkan berbagai ramuan rempah-rempah seperti daun lengkuas, dilam, pudak, serai wangi, limau purut, serta bunga-bungaan seperti mawar, melati, kenanga, cempaka dan lain-lain. Semua bahan-bahan itu direbus sampai menghasilkan uap. Uap itu yang menguapi tubuh calon pengantin.

Biasanya, orang yang menjalani prosesi batimung akan duduk di atas kursi, sementara di bawah kursi tersebut diletakkan rebusan rempah-rempah yang sudah disiapkan. Uap ramuan tersebut akan menguar ke tubuh si pasien batimung. Agar uap itu tidak terhembus ke mana-mana, maka tubuh si pasien akan ditutupi dengan tikar dan kain, sehingga uap terkepung. Prosesi ini berjalan selama 10-30 menit.

Prosesi mandi uap rempah-rempah pilihan itu menjadikan tubuh seseorang lebih segar, dan wangi. Uap melunturkan semua biang keringat dan sumber bakteri yang melekat di kulit, sehingga kulit pun menjadi lebih bersih.

Batimung dewasa ini juga dimanfaatkan sebagai cara menjaga kebugaran tubuh. Di berbagai tempat, banyak orang yang membuka jasa batimung untuk hal tersebut.

Tidak hanya kecantikan dan kebugaran, batimung juga dijadikan sarana pengobatan berbagai penyakit, seperti wisa atau penyakit kuning, hepatitis hingga tipus. Batimung dalam hal ini dimanfaatkan sebagai media pengobatan alternatif selain pengobatan modern. Menurut cerita, tak sedikit orang yang sembuh dengan menjalani pengobatan dengan cara ini. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER