Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

SENI & BUDAYA

05 Mei 2021|12:29 WIB

Arkeolog Temukan Lokasi Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Berada di perairan Lamongan pada kedalaman 28 meter

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImageFoto Kapal Van der Wijck milik KPM saat masih beroperasi di dekade 1930-an. Sumberfoto: Ist/dok

JAKARTA - Nama kapal Van der Wijck mungkin tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kapal itu ada dalam cerita fiksi fenomenal karangan Hamka berjudul, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, serta hadir dalam layar lebar dengan judul yang sama pada 2013 silam.

Karena ada dalam cerita fiksi, tak sedikit yang mengira kapal itu hasil imajinasi Hamka. Padahal, kapal itu adalah nyata. Kejadian tenggelamnya kapal itu pun terekam dalam catatan sejarah, terjadi tahun 1936.

Kini, hampir seabad sejak peristiwa itu, jejak kapal uap milik perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) mulai terkuak.

Survei bawah air yang dilakukan tim BPCB Jawa Timur menemukan titik tenggelamnya kapal Van der Wijck, yang diduga berada pada kedalaman sekitar 28 meter di perairan Lamongan. Berjarak sekitar 17 mil dari daratan.

Mengutip laporan BPCB Jatim dalam situs Kemdikbud.go.id, lokasi tenggelam kapal Van der Wijck ditemukan setelah survei yang dilakukan sejak April hingga Mei, dengan menyisir kawasan bawah air menggunakan sonar. Dari sonar itu diketahui, kapal itu memiliki panjang sekitar 150 meter.

Rencananya dalam beberapa hari kedepan, tim BPCB Jatim akan melakukan penyelaman dan pendokumentasian di bawah air untuk mengumpulkan data dan mengidentifikasi lebih lanjut temuan tersebut.

Dalam menjalankan survei ini, tim BPCB Jatim bekerja bersama-sama dengan para nelayan hingga personel Polairut setempat. Sekitar 26 orang dilibatkan dalam upaya penyisiaran di sekitar lokasi yang tenggelamnya kapal.

Kapal Van der Wijck tenggelam di perairan dekat Lamongan, Jawa Timur, pada 19 Oktober 1936. Saat itu, kapal ini sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Semarang, dengan mengangkut banyak penumpang serta membawa serta ratusan ton besi.

Laporan media masa itu menyebutkan, kejadian nahas ini menimbulkan korban jiwa mencapai 70 orang, dan sebanyak 150 orang berhasil diselamatkan. Kejadian tersebut kini dikenang lewat tugu peringatan yang berdiri kokoh di halaman Kantor Perikanan Brondong, Lamongan.

Kapal Van der Wijck merupakan kapal penumpang mewah yang dimilki KPM di Rotterdam tahun 1921, yang kemudian digunakan untuk pelayaran di Indonesia. Perusahaan KPM merupakan cikal-bakal dari perusahaan pelayaran Indonesia (PT Pelni) hari ini.

Nama Van der Wijck sendiri diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia, yaitu Jonkheer Carel Herman Aart Van der Wijck yang memerintah pada tahun 1893 hingga 1899. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER