Altruisme, Perilaku Peduli Yang Juga Bisa Rugikan Diri | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

24 November 2021|10:28 WIB

Altruisme, Perilaku Peduli Yang Juga Bisa Rugikan Diri

Walau secara umum adalah sifat yang baik, ternyata perilaku ini bisa juga berdampak kurang baik bagi diri sendiri.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Rendi Widodo

Altruisme, Perilaku Peduli Yang Juga Bisa Rugikan DiriIlustrasi menolong. Pixabay/Mohamed Hassan

JAKARTA - Apakah kalian pernah bertemu dengan seseorang yang sangat baik bagaikan "ibu peri"? Bahkan, individu tersebut rela membantu orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri. Sikap individu tersebut biasa dikenal dengan altruisme.

Dikutip dari Psychology Today, istilah altruisme ini merujuk pada tindakan seseorang untuk membantu orang lain dengan mengorbankan diri sendiri. Tindakan yang dilakukan pun bermacam-macam, mulai dari mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan orang lain hingga memberikan uang untuk amal.

Ketika melihat orang lain dalam situasi kesulitan, seseorang yang berperilaku altruistik ini merasakan empati dan berkeinginan untuk membantu. Sebab itu, mereka tidak pernah berpikir latar belakang ataupun siapa yang dibantunya tersebut.

Bukan hanya itu, dilansir dari Verywell Mind, orang yang memiliki sifat altruisme ini selalu melupakan hal-hal yang dapat membawa keuntungan pribadi. Sebab itu, mereka sering kali membantu orang lain meski ada biaya dan risiko pribadi.

Sebenarnya, altruisme ini merupakan sifat yang baik. Dengan sifat ini, berarti kalian bukan orang yang egois mengedepankan keinginan pribadi. Akan tetapi, ternyata perilaku ini bisa juga berdampak kurang baik bagi diri sendiri.

Oleh sebab itu, bagi kalian yang memiliki sifat altruisme perlu mengimbangi dengan beberapa cara di bawah ini. Tujuannya agar kalian yang berniat baik, tidak mengalami dampak kurang baik untuk kehidupan pribadi.

Membantu Sesuai Kemampuan
Menolong orang lain dalam situasi kesulitan atau kesusahan, tentu hal yang positif. Akan tetapi, kita perlu ingat bahwa membantu sesuai dengan kemampuan dan kekuatan pribadi. Jadi, tidak perlu memaksakan diri saat tak bisa menolong.

Membantu Orang Lain Atas Dasar Rasa Empati dan Keikhlasan
Ketika menolong orang, tentu harus didasarkan dengan sebuah keikhlasan. Bukan menolong orang karena ingin mendapat pujian dari orang lain. Sebab itu, bila memang merasa empati untuk menolong orang. Sebaiknya, hilangkan pikiran untuk mendapat keuntungan apapun.

Membantu Orang Lain, Bukan Merugikan Diri Sendiri
Beberapa orang yang memiliki sifat altruisme berlebihan, cenderung melupakan kondisi pribadi. Hingga, terkadang mereka rela membantu hingga mengorbankan diri sendiri. Tentunya, hal tersebut bukan sesuatu yang baik juga. Sebab, membantu orang lain bukanlah dengan cara merugikan diri sendiri.

Jangan Sampai Dimanfaatkan
Kita yang memiliki sifat ini akan mudah dikenali oleh lingkungan. Kita juga akan cenderung dapat perhatian lebih dari teman-teman, bahkan tak sedikit orang di lingkungan yang akan terbiasa dengan uluran tangan kita. Jika sudah demikian orang-orang tersebut akan manja dan selalu meminta pertolongan.

Kebiasaan dalam pertemanan seperti ini akhirnya akan membawa kerugian pada diri, karena nantinya ketika kita sedang tidak bisa menolong, mereka akan menuntut. 

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa sifat altruisme yang positif ini dapat berubah menjadi negatif. Bahkan, bisa merugikan diri sendiri. 

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk dapat memberikan "rem" dengan beberapa tips di atas. Alhasil, sifat altruisme ini bisa diimbangi dengan kemampuan pribadi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER