Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

GAYA HIDUP

MENGURAI KIAT MENCAGAR SEHAT
04 Mei 2021|19:30 WIB

Alergi Juga Mengancam Olahragawan

Pada beberapa kasus, alergi bisa berakhir dengan kematian

Editor: Rikando Somba

ImageIlustrasi alergi. Dok/Shutterstock

JAKARTA- Alergi tidak mengenal usia. Alergi pada umumnya terjadi di semua kelompok umur dan lokasi di seluruh dunia. Dan, para atlet ataupun para pecinta olahraga tak terkecuali, juga bisa mengalami alergi. salah satu reaksi umum yang disebabkan oleh alergi adalah hidung tersumbat. Kondisi ini bisa berdampak pada kemampuan seseorang untuk tampil secara atletis dalam jangka waktu yang lama.

Di sisi lain, olahraga juga dapat memperburuk gejala asma, yang meliputi rasa sesak, batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Bahkan individu yang biasanya tidak menderita asma dapat menjadi korban asma akibat alergi yang terjadi saat berolahraga. Para atlet lebih rentan mengalami gejala alergi yang signifikan yang dipicu oleh paparan aeroalergen.  Bahkan, pada beberapa kasus alergi tidak hanya dapat mengganggu prestasi. Lebih jauh, alergi bisa berakhir dengan kematian.

Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Mitra Kemayoran Jakarta dr Michael Triangto, SpKO menjelaskan, , alergi disebabkan oleh bahan alergen yang kontak dengan tubuh kita baik itu melalui kulit, oral, injeksi. Bahan alergen tersebut menyebabkan tubuh memutuskan untuk membentuk anti terhadap alergen tersebut. Michael menyetukan, agar kita harus mengenali terlebih dahulu apa yang terjadi pada tubuh kita saat terjadi alergi.

"Akibatnya akan tercetuslah proses peradangan yang dapat bermanisfestasi dalam bentuk kemerahan pada kulit, bengkak, gatal, sakit, sesak dan pada beberapa kasus akan menimbulkan efek lepuh pada kulit," jelas Michael, seperti  dikutip dari Antara, Selasa (4/5).

Disimpan
Michael menambahkan bila pembengkakan tersebut terjadi pada mukosa saluran pernafasan, akibatnya bisa terjadi sesak akibat penyempitan dari jalan nafas. Dia mengingatkan, bila tidak tertangani dengan tepat dapat berpotensi menimbulkan kematian. Bila terjadi lepuh pada kulit telapak kaki tentunya dapat menggangu aktivitas latihan olahraga.

Lalu, mengapa kita bisa tiba-tiba sensitif terhadap faktor alergen? Menurut Michael, hal ini dikarenakan intensnya paparan alergen dan kondisi tubuh kita. Yang awalnyatidak merasakan aleergi, menjadi alergi karena intensitas itu.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine, hasil kolaborasi penelitian yang dilakukan oleh Komarow Hirsh dan Postolache Teodor, mencatat bahwa penyakit alergi memengaruhi 20 hingga 40 juta orang setiap tahun di Amerika Serikat. Secara rinci, pengidapnya termasuk 10%  hingga 30% orang dewasa, dan hampir 40% anak-anak. Bahkan, dari sekian banyak alergi yang dialami oleh para pasien, lebih dari 50% alergi kambuhan disertai dengan asma.

Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, hasil kolaborasi penelitian dari Diana Silva dari Centro Hospitalar de Sao Joao dan Andre Moreira dari University of Porto menyebutkan, melakukan olahraga secara berlebihan meningkatan risiko asma dan alergi.

Nah, terhadap penanganannya, dokter Michael  menyarankan beberapa saran dan tips.  "Yang pertama adalah mengenali berbagai bahan alergen yang berpengaruh pada tubuh kita dan jauhkan bahan alergen tersebut dari Anda atau siapa pun yang menderita alergi terhadap bahan itu," ujar Michael.

Bilamana kontak dengan alergen tak dapat dihindari maka kita harus menyediakan obat anti alergi yang biasanya dipergunakan. Individu juga baiknya menyimpan catatan tentang bahan alergen tersebut di dalam dompet.  Di saat kritis, individu  tidak sadarkan diri, maka petugas medis dapat mengetahui hal-hal apa saja yang tidak boleh diberikan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER