Selamat

Senin, 17 Mei 2021

PARIWISATA

03 Mei 2021|13:42 WIB

Aceh Bersiap Kembangkan Pariwisata Halal

Produk kreatif Aceh akan dipasarkan ke mancanegara

Penulis: Dwi Herlambang Ade Putra,

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImagePetani kopi Aceh sedang menjemur kopi. Antara foto/dok

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dalam kunjungannya, Sandi membahas sejumlah hal terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh.

Di antaranya tindak lanjut atas rencana investasi Uni Emirat Arab di Aceh dengan nilai sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun. Sebelumnya, perusahaan asal UEA, Murban Energy Ltd, telah menyatakan komitmennya untuk melakukan investasi di Aceh.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Aceh dengan Murban Energy di sela-sela kegiatan forum bisnis “Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021” bulan Maret silam.

Pengembangan kawasan wisata dengan menggandeng investor dari Uni Emirat Arab (UEA) itu rencananya akan dipusatkan di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

"Setelah ini akan kita lakukan rapat lanjutan dengan kementerian dan lembaga terkait," kata Sandiaga, dalam kunjungannya ke Aceh akhir pekan lalu.

Sandi menjelaskan, provinsi yang dikenal dengan sebutan Tanah Rencong itu memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang kaya. Jadi patut dikembangkan agar potensi ini dikenal luas oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Aceh ini punya beberapa produk kreatif unggulan seperti batik dan juga Kopi. Ini akan kita pasarkan dengan taraf dunia untuk membangkitkan dan memulihkan ekonomi serta membuka peluang kerja," katanya.

Sandi juga mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh dengan bingkai penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan khususnya wisatawan nusantara untuk berkunjung dengan panduan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjelaskan, pihaknya mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam rangka merealisasikan rencana investasi dari Uni Emirat Arab. Misalnya, hibah lahan milik pemprov dihibahkan ke pemerintah pusat dan juga perizinan yang jadi kewenangan kita ini sudah kita lakukan.

Dengan adanya investasi ini, Nova berharap akan lebih banyak lagi investasi dari negara sahabat lain yang masuk ke Aceh.

Di sisi lain, Sandi juga melihat sudah saatnya Aceh menjadi episentrum wisata halal di Indonesia. Salah satu destinasi wisata halal nomor satu di Aceh adalah Masjid Baiturrahman.

"Pusat wisata halal ini atau muslim friendly tourism ini sudah kita tata ulang karena ini bagian dari extension of service yaitu bagian perluasan dari jenis produk dan jasa yang lebih diarahkan kepada pariwisata muslim," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER