Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|13:25 WIB

Abadi Soesman Terisak Ceritakan Kenangan Bersama Eben Burgerkill

Bisa bermain dengan God Bless adalah salah satu permintaan terakhir Eben Burgerkill

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageKonser Godbless 48. Ist/dok

JAKARTA – Personel God Bless, Abadi Soesman mengaku tertekan mengingat kepergian gitaris grup band Burgerkill, Eben, belum lama ini. Pasalnya, Abadi memiliki kenangan yang sangat personal dan berarti bersama almarhum saat momen Konser 48 Tahun God Bless Agustus lalu.

Kesedihan itu diutarakan Abadi saat gelar konferensi pers Re-run Konser 48 Tahun God Bless, Rabu (13/10). Ia merasa bersemangat karena konser akbar tersebut akan disajikan kembali ke pecinta musik pada akhir bulan ini. Namun dalam waktu bersamaan, Abadi merasa sangat berduka atas kepergian Eben.

“Dengan adanya konser ini lagi, wah tidak bisa ditahan lagi kegembiraannya. Walaupun kita dalam kesedihan, berduka dengan meninggalnya adik kita, Eben,” ungkap Abadi dengan terbata-bata menahan sedih.

Abadi menceritakan, saat Konser 48 Tahun God Bless, Eben menemuinya secara pribadi untuk menyampaikan rasa suka citanya bisa bermain satu panggung bersama God Bless. Eben kala itu mengaku sangat mengidolakan God Bless.

“Dia bilang, ‘tapi saya enggak bisa lead’, memang dia spesialisnya rhythm. Saya bilang, lho apa saja yang Anda perbuat, itu saja tonjolkan, walaupun rhythm, toh Anda rockers. Terus dia bilang, ‘bantu saya ya om’. Itulah yang membuat tertekan bagi saya, dia meninggalkan kita. Terlepas suksesnya konser, saya sangat sedih sekali,” sambung Abadi tak mampu menahan tangisnya.

Eben atau Aries Tanto adalah gitaris band Burgerkill, yang meninggal dunia pada September lalu. Ia meninggal dunia beberapa hari setelah tampil di Konser 48 Tahun God Bless yang berlangsung pada 31 Agustus. Eben dikabarkan meninggal karena serangan jantung.

Pada saat Konser 48 Tahun God Bless, Eben memainkan gitar untuk lagu “Syair Kehidupan”, bersama rekannya Agung Hellfrog. Mereka berdua juga mengisi bagian interlude pada lagu “Musisi” bersama para personel God Bless, serta empat gitaris lainnya, yaitu Cella Kotak, Stevie Item dan Karis Deadsquad, dan Ezra Simanjuntak.

Sebagai rocker, Eben diketahui begitu mengidolakan para seniornya di God Bless. Dan karena itu, manggung bersama God Bless pun menjadi salah satu keinginan terbesarnya.

Hal itu diungkapkan oleh Romulo Radjadin atau Lilo, pendiri Rockinlilo yang menjadi promotor konser God Bless. Lilo mengaku bersyukur bisa menghadirkan Eben dalam konser tersebut, karena itulah salah satu keinginan terakhir Eben.

Last wish-nya memang dia salah satunya main dengan God Bless. Kita beruntung bisa mewujudkan Last wish-nya,” ungkap Lilo.

Konser 48 Tahun God Bless akan disajikan kembali secara online bagi pecinta musik di Tanah Air pada 28 Oktober mendatang. Konser ini memakai konsep hybrid, di mana seluruh video penampilan dalam konser Agustus lalu akan disajikan ulang, disatukan dengan penampilan langsung oleh sejumlah musisi yang tidak ada dalam konser terdahulu. Agenda ini diberi tajuk Re-run Konser 48 Tahun God Bless–Mulai Hari Ini, Memutar Kembali.

Dalam kesempatan itu juga nantinya God Bless dan Rockinlilo akan memberikan apresiasi dan penghormatan Eben. Penghormatan itu dalam bentuk doa bersama dan pemutaran testimoni dari para musisi yang ikut terlibat dalam project konser 48 tahun God Bless.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA