Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

22 Januari 2020|20:07 WIB

Waktu yang Tepat Berhubungan Seks Pasca Melahirkan

Hormon esterogen yang berfungsi menyuplai lubrikasi vagina secara alami berkurang pasca melahirkan
ImageIlustrasi masa emas kehamilan. Pixabay/dok

JAKARTA – Kehamilan dan melahirkan tidak hanya mengubah bentuk badan, tapi juga mengubah kehidupan seks seseorang. Hal itu karena terjadi perubahan hormonal setelah melahirkan yang membuat jaringan vagina jadi lebih tipis dan lebih sensitif. Selain itu, aktivitas menyusui pun bisa menurunkan libido perempuan. 

Kesimpulannya, membutuhkan waktu istirahat setelah melahirkan sebelum melakukan seks normal kembali. Namun berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan seks setelah melahirkan? 

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian di 2005 menemukan bahwa 83 persen perempuan mengalami masalah seksual dalam tiga bulan pertama setelah mereka melahirkan. Masalah yang dialami, antara lain vagina kering, jaringan vagina tipis, hilangnya elastisitas pada jaringan vagina, robekan perineum, berdarah, rasa sakit, otot kendur, kelelahan, dan libido rendah. 

Ini terjadi karena menurunnya kadar hormorn esterogen dalam tubuh. Padahal, esterogen fungsinya membantu suplai lubrikasi vagina secara alami. Berhubungan seks saat vagina kering berisiko menyebabkan iritasi, bahkan pendarahan. Akibatnya, risiko infeksi meningkat.

Melahirkan melalui vagina dapat merenggangkan otot saluran vagina untuk sementara. Membutuhkan waktu untuk otot ini memulihkan kekuatan dan stabilitasnya. Kendati demikian, mereka yang melakukan operasi caesar juga bisa memengaruhi sensasi vagina.

Masalah hormonal yang sama dapat membuat jaringan vagina kering dan tipis sehingga hubungan seksual akan terasa menyakitkan. Karenanya, sebelum melakukan hubungan seks pastikan tempat sayatan telah sembuh dengan baik. 

Hingga saat ini tidak ada penelitian yang menyebut pasti durasi seseorang hingga bisa kembali berhubungan seks usai melahirkan. Namun sebagian besar dokter menyarankan perempuan harus menunggu empat hingga enam minggu setelah melahirkan melalui vagina. 

Selain itu, perempuan juga butuh melakukan pemulihan fisik karena harus menyesuaikan diri dengan adanya anggota keluarga baru. Aktivitas baru bisa menyebabkan kurang tidur dan rutinitas harian berubah.

Mereka yang mengalami robekan perineum atau episiotomi, sayatan bedah untuk memperlebar saluran vagina, bahkan memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk melakukan seks. Hubungan seks yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti pendarahan pascapartum dan infeksi rahim.

Jangan terburu-buru melakukan hubungan seks setelah melahirkan. Pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan tubuh masih belum siap kembali ke aktivitas pra-kehamilan. 

Coba aktivitas intim lainnya dari hari ke hari untuk meningkatkan mood sehingga tubuh bisa siap nantinya ketika berhubungan seksual lagi. Tingkatkan durasi pemanasan dan beri waktu pada vagina untuk menghasilkan pelumasan alami agar ketika penetrasi tidak terasa sakit. Anda juga bisa menggunakan pelumas berbahan dasar air saat vagina kering.

Tak ketinggalan, bicarakan hal ini pada pasangan mengenai kondisi Anda agar bisa menghindari seks dengan rasa sakit yang tidak perlu. (Gemma Fitri Purbaya)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA