Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

GAYA HIDUP

24 April 2021|08:10 WIB

Suntik Vaksin Covid-19 Bareng Vaksin Lain. Bolehkah?

Awalnya pakar sepakat agar memberikan jeda selama satu bulan setelah divaksin covid-19 sebelum divaksin lain
ImageVaksinator mempersiapkan alat suntik sebelum menyuntikan vaksin COVID-19 bagi seniman dan budayawan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (19/4/2021). Menurut pemerintah jumlah vaksinasi COVID-19 hingga Senin (19/4/2021) tercatat 10.966.934 orang telah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama sementara penerima vaksin COVID-19 dosis kedua menembus 6.050.732 orang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

JAKARTA – Di tengah pandemi saat ini, sebetulnya masih ada penyakit menular lain yang berpotensi menjangkit. Salah satunya influenza. Vaksinasi menjadi salah satu upaya mengenyahkan risiko ini.

Lalu, di tengah program vaksinasi covid-19 yang dimulai dari tenaga kesehatan, kemudian para lansia, dan nantinya menyasar masyarakat umum, apakah penerima vaksin corona itu boleh mendapatkan vaksin lain dalam waktu atau hampir bersamaan?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Immunologi RS Cipto Mangunkusumo, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi menjelaskan, awalnya para pakar sepakat agar memberikan jeda selama satu bulan setelah divaksin covid-19 sebelum divaksin lain. Tujuannya, apabila ada efek simpang maka bisa diketahui berasal dari vaksin covid-19 atau vaksin lain.

Hal inilah alasannya saat screening vaksinasi COVID-19 biasanya calon penerima vaksin ditanya riwayat vaksin sebelumnya.

Tetapi saat ini, pertanyaan ini tidak diajukan lagi karena sudah ada kepastian mengenai efek simpang vaksin, salah satunya Sinovac yang sudah disuntikan sebanyak 18 juta dosis di Indonesia, sebatas lokal semisal kemerahan atau pegal di area bekas suntikan.

Dalam vaksinologi pun dua vaksin bisa diberikan apalagi kalau keduanya innactivated atau bukan hidup.

Tetapi, yang menjadi masalah bila vaksin yang diberikan berbarengan merupakan vaksin hidup. Jeda pemberian antara satu vaksin dengan lainnya harus 28 hari.

Kendati begitu, menurut Samsuridjal, khusus untuk vaksin covid-19 secara umum tidak masalah diberikan dengan waktu berbarengan dengan vaksin lain.

"Untuk covid-19 yang innactivated, boleh diberikan dengan vaksin lain. Kalau sebenarnya ada jarak satu bulan untuk memberikan pada yang prioritas. Sekarang ini kalau dari segi ilmunya, boleh saja diberikan dengan vaksin lain," ujar dia dalam Konferensi Pers Virtual – Pekan Imunisasi Dunia bertajuk "Pentingnya Vaksinasi di Era COVID-19 #LindungikuLindungimu, Jumat (23/4).

Dalam kesempatan itu, Kepala Kelompok Penasihat Teknis Indonesia untuk Imunisasi (ITAGI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro tidak merekomendasikan vaksin covid-19 diberikan bersamaan vaksin lain karena tergolong vaksin baru.

"Karena ini vaksin baru, sebetulnya kalau innactivated atau activated enggak masalah kapan saja. Tetapi karena ini vaksin baru, diberikan bersama vaksin lain kemudian ada efek samping, jadi tidak tahu mana yang memberikan efek samping. Tetapi saat ini kami harapkan jangan dijadikan satu," kata dia. (Yanurisa Ananta)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA