Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

GAYA HIDUP

28 Januari 2021|08:10 WIB

Segudang Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

Jahe mendorong orang untuk berhenti merokok
ImageIlustrasi jahe. Pixabay/dok

JAKARTA – Jahe merupakan tumbuhan berbunga yang berasal dari Asia Tenggara dan menjadi salah satu rempah paling enak dan paling sehat yang ada di bumi. Berasal dari famili Zingiberaceae, jahe memiliki hubungan kerabat dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas. Bagian bawah batannya merupakan bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu dan itulah yang disebut dengan jahe. 

Jahe bisa digunakan secara segar, dikeringkan, dijadikan bubuk, atau dijadikan minyak dan terbukti memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut manfaat jahe untuk kesehatan dilansir dari berbagai sumber:
 
Jahe telah digunakan sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional dan alternatif sejak zaman dahulu. Jahe umumnya digunakan untuk membantu mengatasi masalah pencernaan, mengurangi rasa mual, dan membantu melawan flu. Aroma dan rasa uniknya itu berasal dari minyak alami yang ada pada jahe, yaitu gingerol. 

Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe yang bertanggung jawab dengan segala khasiat yang dimilikinya. Gingerol mempunyai efek anti inflamasi dan antioksidan yang kuat sehingga bisa mengurangi jumlah radikal bebas yang ada di dalam tubuh.

Jahe bisa membantu meredakan mual dan muntah, termasuk pada mereka yang mengalaminya akibat morning sickness atau kemoterapi. Sebuah kajian dari 12 penelitian menunjukkan bahwa 1,1 sampai 1,5 gram jahe secara signifikan mengurangi gejala mual pada perempuan hamil. Tetapi, jahe tidak mempengaruhi episode muntah. 

Meskipun jahe dianggap aman, ada baiknya mengkonsultasikannya pada dokter sebelum meminumnya dalam jumlah besar karena dikhawatirkan bisa memengaruhi kandungan walaupun belum ada penelitian terkait hal tersebut.

Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, jahe mungkin bisa menjadi solusi. Sebuah tinjauan literatur di 2019 menemukan bahwa suplementasi jahe secara signifikan bisa menurunkan berat badan, rasio pinggang dan pinggul, serta rasio pinggul pada orang dengan berat badan berlebih. 

Sebuah studi pada 2016 yang dilakukan pada perempuan obesitas juga menemukan bahwa jahe bisa membantu menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah, di mana kadar insulin darah yang tinggi berkaitan dengan obesitas.

Osteoartritis (OA) merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan degenerasi sendi di tubuh yang menyebabkan adanya gejala seperti nyeri sendi atau kekakuan. Sebuah penelitian menemukan, orang yang menggunakan jahe sebagai pengobatan OA bisa membantu mengurangi rasa sakit dan kecacatan secara signifikan.

Peserta penelitian menerima sekitar 500mg sampai 1 gram jahe setiap harinya selama 3 sampai 12 minggu dengan mayoritas diagnosisi OA lutut. Selain rasa jahe yang tidak disukai oleh partisipan, ternyata hal itu dapat mendorong hampir 22% partisipan untuk berhenti merokok.

Rasa nyeri yang dirasakan selama siklus menstruasi dapat pula diatasi dengan mengonsumsi jahe. Penelitian di 2009 menunjukkan, mereka yang mengonsumsi jahe sama efektifnya mengurangi rasa sakit ketika menstruasi seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). 

Studi terbaru juga menyimpulkan, jahe sama efektifnya dengan obat-obatan seperti asam mefenaman dan asetaminofen, kafein, dan ibuprofen. Itulah segudang manfaat kesehatan dari jahe yang tidak hanya mudah dicari, harganya pun relatif terjangkau. (Gemma Fitri Purbaya)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA