Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

28 April 2021|09:28 WIB

Mengenang KRI Nanggala-402, 40 Tahun Menjaga Bawah Laut Indonesia

Memiliki catatan perjalanan yang cukup panjang
ImageFoto Kapal Selam KRI Nanggala 402. ANTARA FOTO/Suryanto

JAKARTA - Indonesia berduka atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402. Kapal selam yang sudah menjelajah perairan Indonesia selama puluhan tahun itu, dinyatakan karam di kedalaman 800-an meter, di perairan Bali.

Sebagaimana dikutip dari situs resmi tni.mil.id, KRI Nanggala-402 berada di bawah Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur (Satsel Koarmatim). Terakhir, kapal ini dioperasikan di bawah komando Komandan KRI Nanggala-402, Letkol Heri Oktavian. 

Dari segi spesifikasi, KRI Nanggala-402 adalah buatan Jerman, dengan kode type U-209/1300. Kapal ini dikembangkan pada masa 1960-an, sebagai pengganti model kapal selam masa Perang Dunia II. Produksi kapal ini dilakukan di galangan kapal Howaldt Deutsche, Kiel pada 1977 dan resmi bergabung ke dalam armada Indonesia tahun 1981.

Dikutip dari Antara, KRI Nanggala-402 memiliki bobot sekitar 1.395 ton, dengan panjang 59, 5 meter, lalu diameter luar 6,3 meter.  KRI Nanggala-402 bersaudara dengan KRI Cakra-401. Keduanya berasal dari kapal type yang sama, yaitu U-209/1300. Jenis ini memang merupakan tipe buatan Jerman yang paling banyak digunakan oleh militer berbagai negara dunia.

Kapal ini menggunakan mesin motor diesel-elektrik Siemens low-speed yang tenaga kerjanya langsung disalurkan ke baling-baling di buritan. Sumber daya utama kapal ini berasal dari empat mesin diesel. Kapal ini memiliki kekuatan daya dorong sebesar 5.000 shp (tenaga kuda).

Kapal ini memiliki memiliki baterai-baterai listrik sebagai tempat penyimpanan daya dari tenaga diesel. Bobot baterai-baterai itu sendiri mencapai 25% dari bobot kapal secara keseluruhan.

Saat menyelam, kapal U-209/1300 memiliki kecepatan maksimum mencapai 21,5 knot dengan awak. Spesifikasi dasar kapal ini memiliki kapasitas untuk 34 orang awak kapal.

Adapun dari sisi kesenjataan, kapal ini dilengkapi dengan 14 torpedo sebagai andalan utama. Sementara sebagai alat kewaspadaan/ pengintai, kapal ini mengandalkan sonar CSU-3-3 suite.

Informasi seputar spesifikasi KRI Nanggala-402 sampai saat ini terbilang masih terbatas adanya. Mengingat karena kapal ini merupakan bagian dari operasi TNI AL yang bersifat rahasia dan tak ditampakkan ke publik, kecuali untuk hal-hal yang sifatnya seremoni.

Namun dari berbagai sumber yang ada, dapat ditemukan sejumlah informasi penting terkait KRI Nanggala-402. Dilansir ABC News, kapal ini memiliki daya jelajah aman di kedalaman sekitar 200 meter. Perkiraan itu merujuk penjelasan pejabat Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan, Ahn Guk-hyeon, yang terlibat dalam proses perawatan menyeluruh kapal tersebut pada 2009-2012 silam.

KRI Nanggala-402 bersama KRI Cakra-401 merupakan kapal selam paling tua yang digunakan oleh TNI AL saat ini. Kedua kapal ini memiliki catatan perjalanan yang cukup panjang. Misalnya, pada tahun 2002, KRI Nanggala-402 terlibat dalam latihan gabungan TNI AL - Angkatan Laut Amerika Serikat di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.

Kemudian pada 2004, kapal ini terlibat dalam Latihan Operasi Laut Gabungan XV/04 di Samudra Hindia, di mana saat itu KRI Nanggala-402 menenggelamkan kapal bekas KRI Rakata.

Indonesia di masa kini memiliki lima kapal selam. Dua merupakan type 209/1300 buatan Jerman, dan tiga lainnya merupakan model yang lebih baru yang diproduksi di Korea Selatan. Yaitu KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404 dan KRI Alugoro-405 (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER