Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

27 April 2021|19:40 WIB

Ketika Warga Rusia Bermain Gamelan Hingga Menari Tor-tor

Gelaran ini menampilkan aksi para anggota sanggar seni budaya binaan KBRI Moskow
ImageSejumlah warga Rusia menampilkan kesenian tradisional Indonesia saat perayaan Hari Kartini di Moskow. Kemlu/dok

JAKARTA – Sebanyak 25 orang warga negara Rusia tampil bermain gamelan di panggung Orenzhereya Pavillion, Russia Exhibition Centre, Moskow. Suguhan itu dihadirkan dalam rangka perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Rabu, 24 April lalu.

Gelaran Pertunjukan Budaya Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kartini berlangsung sekitar 90 menit dan menampilkan aksi para anggota sanggar seni budaya binaan KBRI Moskow, yaitu Sanggar Gamelan Dadali, Sanggar Tari Kirana Nusantara Dance (KND) serta para peserta Kursus Bahasa Indonesia KBRI Moskow.

Beberapa komposisi gamelan dan vokal gending Jawa yang ditampilkan, antara lain Ladrang Nusantara, Ladrang Santi Mulya, Lancaran Gugur Gunung, Ketawang Puspawarna, Ketawang Kartini dan Ketawang Ibu Pertiwi. Sementara, beberapa tarian daerah Nusantara yang ditampilkan, seperti Tari Tor-tor (Sumatra Utara), Tari Merak (Jawa Barat), Tari Jathilan (Jawa Tengah), dan Tari Tifa (NTT).

Liza Moskvina, salah seorang warga penari, menyatakan antusiasmenya memainkan kesenian Indonesia tersebut.

“Tampil kembali bermain gamelan di hadapan umum setelah hampir satu tahun vakum karena pandemi covid-19 memberikan semangat baru yang luar biasa bagi saya. Melalui gamelan saya dapat menyalurkan minat musik saya dan mendukung saya untuk bertahan di masa pandemi covid-19 ini”, ungkap Liza yang merupakan seorang pekerja media yang tergabung dalam Sanggar Gamelan Dadali.

Ungkapan senada juga disampaikan Polina Simonik, seorang mahasiswi Rusia jurusan Studi Indonesia di Moscow State University, yang baru pertama kali tampil menari.

"Saya telah mempelajari Tari Tor-Tor sejak awal tahun 2020 dan karena pandemi covid-19 baru sekarang saya berkesempatan menarikannya untuk teman dan keluarga serta tamu undangan lainnya”, ungkap Simonik.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares mengatakan kegiatan tersebut bentuk persahabatan dan apresiasi warga di sana terhadap tokoh emansipasi perempuan itu.

“Kartini telah membuka mata perempuan Indonesia bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting agar seseorang dapat meningkatkan wawasan terhadap banyak hal, menjadi berkembang lalu berkontribusi lebih luas tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga keluarga dan negara”, ungkap Tavarez, dikutip dari situs resmi Kemlu, Senin (26/4).

Ia menekankan, perjuangan Kartini tidak saja bernilai bagi perempuan Indonesia, tapi juga bagi para perempuan secara umum di belahan mana pun di dunia.

Acara Peringatan Hari Kartini mendapat tanggapan positif dan sambutan penuh suka cita dari tamu dan undangan yang hadir. Sejumlah tamu undangan menghadiri acara ini, termasuk beberapa Duta Besar dan Wakil Duta Besar negara-negara ASEAN di Moskow, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, dan Viet Nam. Di samping itu, ada pula kalangan pengusaha, museum, media, akademisi dan seniman Rusia, serta diaspora Indonesia dan warga umum lainnya.

Acara ini juga menggelar acara promosi ekonomi-perdagangan Indonesia, berupa promosi produk kopi dari Mayora Group Indonesia yang telah mengembangkan bisnisnya di Rusia. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER