Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

GAYA HIDUP

02 Februari 2021|16:30 WIB

9 Keuntungan Long Distance Relationship

LDR memang memaksa diri untuk membuat beberapa pilihan sulit, namun pada akhirnya bermanfaat
ImageIlustrasi hubungan jarak jauh. Pixabay/dok

JAKARTA – Menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) memang menantang. Mulai dari perbedaan zona waktu, tidak bisa makan malam bersama, atau sekadar melihat fisik secara langsung. Apalagi sejak ada pandemi kemungkinan bertemu menjadi makin terbatas. 

Namun di balik itu semua, hubungan jarak jauh ada untungnya juga. Mengutip dari Huffpost, Selasa (2/2), ada sembilan keuntungan dari LDR. Yuk, simak.

Pertama, kamu akan lebih menghargai hal-hal kecil. Berjauhan membuat pasangan tidak bisa berbagi secara fisik dan emosional. Kondisi itu membuat seseorang jadi lebih menghargai hal-hal kecil, seperti makan malam bersama, pergi ke swalayan bersama, atau pelukan hangat di dapur.

Kedua, kamu memiliki banyak waktu mengembangkan kemandirian. Dengan berjauhan, kamu memiliki lebih banyak ruang dan waktu untuk hobi atau hal yang disukai, lebih lagi memberi bumbu-bumbu rindu dalam hubungan. Kamu bisa berada dalam hubungan tapi juga bisa menikmati kehidupan yang mandiri.

"Bagi saya yang berkencan dua tahun LDR, menikah enam tahun, ada sehatnya juga menjaga jarak, bahkan bagi pasangan yang hidup satu atap. Apakah itu pergi bersama teman-teman perempuan saat pasangan memancing dengan teman-temannya. Jarak membuat satu sama lain lebih bisa mengandalkan diri sendiri dan lebih gampang untuk menghormati satu sama lain," ungkap Olga Baker dikutip dari Huffpost.

Ketiga, LDR meningkatkan kemampuan komunikasi. Dalam hubungan jarak jauh, satu-satunya yang bisa diandalkan adalah komunikasi. Salah bicara sedikit, bisa menyulut pertengkaran. Maka itu, untuk menjaga hubungan, pasangan LDR lebih terlatih dalam hal komunikasi. Terbuka dan transparansi menjadi bekal keberhasilan hubungan.

Keempat, memanfaatkan waktu dengan lebih baik. Saat bertemu pasangan yang jauh, kamu bakal lebih menghargai waktu. Waktu yang sedikit dimanfaatkan sebaik mungkin. 

"Kami menghabiskan waktu berkualitas yang sangat baik bersama hanya dalam tujuh hari, sehingga ternyata menjadi lebih banyak waktu berkualitas secara total daripada waktu yang dimiliki pasangan bersama dalam sebulan biasa tinggal di tempat yang sama,” kata Becca dari @Halfhalftravel.

Kelima, LDR membuat kamu lebih siap menghadapi pandemi. Pandemi mengharuskan orang membatasi pertemuan. Jika sudah terbiasa dengan LDR, menjalani social distancing saat pandemi menjadi lebih mudah.

“Covid telah memisahkan begitu banyak orang yang dicintai. Tetapi berada dalam hubungan jarak jauh mempersiapkan saya dan suami saya dengan baik. Kita sudah tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menjaga cinta tetap kuat dan hidup saat terpisah. Kami telah melakukan hal-hal itu selama bertahun-tahun!" kata Gladly.

Keenam, kehidupan seks yang lebih kreatif. Menurut Gigi Engle, penulis All The F*cking Mistakes: A Guide to Sex, Love, and Life, sangat mudah membiarkan hubungan seksualmu gagal saat bersama pasangan setiap hari, terutama selama pandemi. 

Kehidupan seks yang tetap 'gila' tapi juga awet, membutuhkan kerja dan komitmen. Di LDR, orang dipaksa memelihara aspek-aspek hubungan mereka yang mungkin tidak mereka miliki, terutama soal seks. 

"Kami tidak memiliki pedoman untuk kehidupan seks LDR sehingga kami bisa berkreasi dengannya. Ini bisa menjadi festival cinta erotis multimedia antara foto telanjang, seks FaceTime, masturbasi timbal balik, dan sexting," ucap Engle.

Ketujuh, eksplorasi tempat baru bersama. Saat kamu tinggal berbeda kota, maka kamu akan lebih sering mengunjungi kota tersebut. Atau mungkin bertemu di kota lain. Hal ini memungkinkan pasangan mengeksplor tempat baru bersama.

Kedelapan, lama kelamaan, tempat kedua akan terasa seperti rumah. Pertemananmu di kota pasangan akan lebih berkembang. Sehingga kamu akan punya teman di kotamu sendiri dan kota pasangan. Tempat kesukaan di kota sendiri dan kota pasangan.

"Dua tempat yang berbeda sekarang sama-sama seperti rumah," tambah Gladly.

Kesembilan, dalam LDR kamu memang dipaksa membuat beberapa pilihan sulit, namun pada akhirnya bermanfaat.

“LDR bukanlah hal yang mudah. Mereka bekerja, tidak peduli seberapa serius atau biasa-biasa saja hubungan tersebut. Jenis hubungan ini membuat Anda menjawab pertanyaan yang sangat menegangkan: Apa yang saya inginkan dari ini dan apakah saya bersedia melakukan pekerjaan untuk mewujudkannya?" jelas Engle. 

Menurutnya, ini adalah aspek asmara yang menakutkan bagi banyak milenial dan bayi Gen Z dalam pencarian tanpa akhir untuk mencoba dan menjadi 'santai'. LDR tidak benar-benar memiliki ruang untuk 'bersantai' dan memaksa kita untuk mencari tahu nilai-nilai kita dan meraihnya. (Yanurisa Ananta)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA