Selamat

Selasa, 21 September 2021

13 September 2021|19:27 WIB

5 Jenis Jamur Yang Bisa Dikonsumsi Saat Bertualang Di Hutan

Jamur banyak ditemui di hutan-hutan tropis, tapi tidak semua aman dikonsumsi. Begini cara membedakan jamur yang beracun dan tidak

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi jamur di hutan. Pixabay/dok

JAKARTA – Saat sedang berpetualang di alam bebas, bekal logistik menjadi salah satu komponen yang paling penting untuk dipersiapkan. Masalahnya jika logistik tidak memadai, akan berdampak buruk mengingat berpetualang ke hutan dan alam membutuhkan banyak energi demi menempuh perjalanan panjang nan terjal.

Atas dasar itu, dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu botani praktis ketika berada dalam kondisi darurat, atau saat perbekalan makanan sudah mulai menipis. Ilmu botani akan memberikan pedoman tentang pengetahuan berbagai macam tumbuhan maupun jamur aman untuk dikonsumsi.

Sedianya, alam menyediakan banyak aneka ragam tumbuhan dan buah-buahan yang bisa dikonsumsi. Dan dari sekian banyak jenis tumbuhan, jamur menjadi salah satu opsi yang bisa diolah untuk menjadi bahan makanan. Di Indonesia sendiri jamur bisa tumbuh dengan mudah mengingat habitatnya adalah di suhu dengan iklim tropis.

Namun tidak semua jamur yang tumbuh liar di hutan dapat dikonsumsi, karena ada sebagian yang termasuk kategori beracun. Oleh karena itu, mengenal jenis jamur yang aman dikonsumsi tentunya akan memberikan manfaat, apalagi melakukan survival di alam bebas.

Mengutip laman KSDE Kementerian LHK, ciri-ciri jamur yang tidak beracun dapat dikenali dari warna yang tidak mencolok, serta tidak memiliki cincin pada pangkal batangnya. Selanjutnya, tidak mengeluarkan aroma yang menyengat dan tidak meninggalkan noda pada pisau saat dipotong. Terakhir, ketika getah jamur dioleskan ke kulit, tidak menimbulkan gatal dan ketika dimasak tidak menimbulkan perubahan warna. Berikut jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi;

Jamur Tiram
Jamur Tiram atau yang popular dengan nama Oyster Mushroom, memiliki ciri-ciri tangkai tudungnya menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Jika di hutan, biasanya jamur ini bisa tumbuh optimal dari dataran rendah sampai lereng pegunungan atau kawasan yang memiliki ketinggian antara 600-800 Mdpl.

Selain menjadi pilihan untuk bertahan hidup kala di hutan, jamur tiram juga memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Misalnya menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit diabetes, menjaga kesehatan tulang dan saraf, mengatasi infeksi saluran pernapasan, dan mencegah pertumbuhan kanker.

Jamur Kancing
Jamur Kancing atau Champignon menjadi salah satu jenis jamur yang paling popular di Indonesia. Biasanya jamur ini menjadi salah satu tambahan pada saat pembuatan pizza. Ciri-ciri jamur kancing sendiri adalah berwarna putih, krem, atau cokelat muda. Jika di alam biasanya jamur ini akan tumbuh maksimal pada dataran rendah hingga tinggi yang memiliki suhu 15-17 derajat celcius.

Berdasarkan ketinggian tempat, terdapat beberapa jenis jenis jamur champignon yang dapat dibudidayakan di Indonesia, yaitu Agaricus bisporus/Agaricus brunnercens untuk dataran tinggi, serta Agaricus campestris, Agaricus edulis dan Agaricus bitorquis untuk dataran rendah.

Adapun manfaat jamur kancing bagi kesehatan adalah menurunkan resiko kanker, mengendalikam kadar gula darah, menjaga kesehatan usus, mengatasi radikal bebas, dan memperkuat tulang.

Jamur Kuping
Jamur kuping terdiri dari tiga jenis yaitu jamur kuping putih (Tremella Fuciformis), jamur Kuping hitam (Auricularia Polytricha), dan jamur kuping merah (Auricularia auriculia-judae). Masyarakat tradisional bisa dengan mudah mendapatkan jamur ini dari alam yang biasanya tumbuh pada batang batang pohon yang sudah lapuk.

Adapun cirinya-cirinya adalah badan buah kenyal seperti gelatin jika berada dalam keadaan segar dan menjadi keras seperti tulang jika kering, berbentuk mangkuk atau kadang-kadang berbentuk seperti kuping.

Karakteristik dari jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang kenyal mirip gelatin jika dalam keadaan segar. Tumbuh di alam bebas dan dapat dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan.

Adapun manfaat yang bisa didapatkan dari jamur kuping adalah mencegah penyakit Alzheimer, membantu merawat sel-sel tubuh, membantu menjaga berat badan, membantu mencegah anemia, mencegah penyakit jantung dan kanker,  dan menutrisi rambut, kulit, mata dan hati.

Jamur Merang
 Jamur ini paling banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang memiliki iklim tropis atau subtropis. Jamur Merang telah lama dibudidyakan sebagai bahan pangan karena tumbuhan ini termasuk golongan jamur yang enak rasanya dan mempunyai tekstur yang baik.

Jamur Merang merupakan salah satu jenis jamur yang banyak diusahakan oleh petani di dataran rendah. Jamur merang dapat tumbuh pada media yang termasuk limbah, terutama limbah pertanian. Selain pada kompos merang, jamur merang juga dapat tumbuh pada media kompos lain.

Manfaat jamur merang bagi kesehatan adalah mencegah pertumbuhan sel kanker. Salah satu khasiat jamur merang yaitu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh, terutama pada penyakit kanker payudara dan kanker prostat, mencegah penyakit jantung, dan mengatasi radikal bebas.

Jamur Bulan
Jamur bulan atau Gymnopus sp adalah jenis jamur liar yang aman dikonsumsi dan paling istimewa. Kenapa bisa begitu sobat? Ya, jamur ini punya rasa yang lebih enak bila dibandingkan rasa daging. Jamur bulan tumbuh dan hidup pada musim penghujan. Berkembang biak secara berkelompok di tanah yang lembap atau di akar tanaman. Jamur ini punya tudung putih atau kecokelatan serta putih bersih.

Untuk kesehatan jamur ini memiliki manfaat yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, membantu kesehatan jantung dan sebagai sumber vitamin B3.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA