Selamat

Senin, 17 Mei 2021

SENI & BUDAYA

03 Mei 2021|15:32 WIB

10 Kudapan Khas Lebaran Dari Berbagai Negara

Di berbagai negara, Idulfitri identik anak-anak. Saat orang tua bersilaturahmi, anak-anak akan bermain di luar rumah

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageIlustrasi makanan khas Ramadan dari negeri Timur Tengah. Pixabay/dok

JAKARTA – Momen Lebaran Idulfitri selalu dirayakan dengan suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan oleh umat muslim di seluruh dunia. Pada momen ini, setiap orang melakukan kegiatan bersama keluarga, saling bersilaturahmi dan saling berbagi cerita.

Momen penuh kekeluargaan itu tak akan lengkap tanpa adanya makanan atau kudapan yang disajikan. Maka itu, setiap keluarga selalu menyiapkan berbagai kudapan atau kue, baik yang dimasak sendiri ataupun dibeli dari toko-toko. Dari kebiasaan ini, muncul jenis-jenis makanan khas lebaran.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis makanan atau kue yang identik dengan kuliner Lebaran. Beberapa di antaranya yaitu ketupat, rendang, opor dan kue-kue kering, seperti nastar, kue kastengel, ataupun kue putri salju.

Sama halnya dengan di Indonesia, di berbagai negara di dunia juga memiliki kudapan khas lebarannya masing-masing. Jenis dan cita rasanya tentu saja unik-unik, yang biasanya berangkat dari olahan tradisional di negara tersebut.

Nah, berikut adalah 10 kuliner khas Lebaran dari berbagai negara, dilansir dari Aljazeera.

Mesir, Kahk
Mesir memiliki populasi umat muslim sekitar 80 juta orang. Di negara ini, makanan khas Lebaran bernama kahk, kue yang bercita rasa lezat ini terbuat dari bahan olahan madu. Kue ini biasanya disajikan di rumah usai salat Idulfitri.

Setelah selesai salat, para anak-anak di Mesir akan ramai bermain di jalanan, sementara para orang dewasa anggota keluarga saling berinteraksi sambil menikmati kelezatan kahk di dalam rumah.

Afghanistan, Bolani
Afghanistan memiiki populasi umat Islam sekitar 29 juta orang. Di negara ini, kuliner khas Idulfitri yaitu bolaniBolani adalah sebuah roti berbentuk pipih, yang terasa manis dan lezat. Roti ini terbuat dari bahan olahan bayam, labu dan kentang.

Perayaan Idulfitri di Afghanistan identik dengan anak-anak. Biasanya, di malam pertama Idulfitri, keluarga menggelar perayaan khusus untuk anak-anak mereka, dan menyajikan roti bolani sebagai yang utama.

Yaman, Bint Alsahan
Di Yaman, negara dengan populasi umat muslim sekitar 27 juta orang, ada sebuah makanan khas yang selalu hadir saat Idulfitri, yaitu bint alsahan. Ini adalah makanan berupa camilan yang terbuat dari lapisan adonan mentega.

Bint alsahan biasanya disajikan saat sesi santap siang usai salat Idulfitri di pagi hari. Sambil berkumpul dan saling bercengkrama, para anggota keluarga akan menikmati hidangan bint alsahan.

Sudan, Aseeda
Sudan memiliki populasi umat muslim sekitar 33 juta orang. Di negara ini, salah satu kuliner khas Lebaran yaitu aseeda. Ini adalah makanan olahan gandum yang dimakan dengan saus tomat atau yang disebut moo lah.

Setelah salat Idulfitri, keluarga saling berkunjung ke rumah para kerabat dan tetangga. Biasanya, setiap rumah menyediakan aseeda, yang disajikan kepada setiap tamu yang datang bersilaturahmi.

Suriah, Mamounia
Dengan populasi umat muslim sekitar 20 juta orang, Suriah memiliki kuliner khas Idulfitri bernama mamounia. Mamounia adalah sejenis puding yang disebut puding semolina, yang dipadukan dengan irisan almond dan kayu manis.

Puding ini merupakan makanan penutup saat Idulfitri yang disajikan dingin ataupun panas. Sama dengan di Sudan, masyarakat muslim di Suriah juga biasa saling berkunjung setelah salat Idul Fitri. Setiap rumah akan menyajikan mamounia untuk tamu-tamunya.

Somalia, Cambaabur
Somalia memiliki penduduk muslim sekitar 10 juta orang. Di negara ini, kudapan khas Idulfitri yang populer yaitu cambaabur, roti yang terbuat dari olahan gandum dan ditaburi gula. Kudapan ini biasanya juga disajikan dengan yoghurt di atasnya.

Cambaabur merupakan camilan yang disajikan di rumah, sebagai camilan yang dinikmati sambil saling bercengkrama. Camilan ini disukai oleh anak-anak, orang dewasa hingga para orang tua.

Malaysia, Luih
Malaysia memiliki populasi umat muslim sebanyak 19 juta orang. Di sini, kuliner khas Idulfitri yang populer yaitu luih, kue yang terbuat dari olahan mentega, gandum, telur dan gula. Ini mirip kue lapis yang ada di Indonesia.

Kue luih biasanya menjadi cemilan khas yang selalu disajikan di setiap rumah saat Idulfitri. Masyarakat akan saling berkunjung ke para tetangga dan kerabat. Dalam aktivitas itu, kue luih menjadi kudapan yang selalu ada.

India, Sevaiyan ki Kheer
India memiliki populasi umat muslim sekitar 180 juta orang. Di negara ini, salah-satu kuliner khas Idulfitri yaitu sevaiyan ki kheer. Ini sejenis hidangan penutup yang terbuat dari bihun yang dicampur dengan irisan almond.

Setelah salat Idulfitri, masyarakat melakukan berbagai aktivitas seperti berziarah, saling berkunjung, atau anak-anak yang mengunjungi pameran lokal untuk membeli permen dan mainan. Setelah itu, mereka semua kembali ke rumah, lalu menyantap hidangan sevaiyan ki kheer bersama-sama.

China, You Xiang
China memiliki populasi umat muslim sekitar 20 juta orang. Umat muslim di negara ini biasanya merayakan Idulfitri dengan saling berkunjung antar keluarga, dan mengunjungi orang tua.

Dalam aktivitas silaturahmi itu, keluarga akan menyiapkan hidangan you xiang sebagai hidangan wajib. Ini adalah camilan yang dimakan bersama sup atau nasi. Camilan ini terbuat dari tepung goreng yang bercita rasa gurih.

Moskow, Manti
Rusia, memiliki populasi umat muslim sekitar 16 juta orang. Meski bukan mayoritas, umat muslim di negara ini, khususnya di kota Moskow, juga memiliki kuliner khas Idulfitri, bernama manti.  Manti adalah makanan sejenis pangsit yang berisi daging domba atau daging sapi.

Manti biasanya disajikan sebagai hidangan keluarga saat usai salat Idulfitri. Para anggota keluarga berkumpul di dalam rumah, bercengkrama sambil menikmati manti.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER