10 Film Pendek Finalis Viddsee Jurie Awards 2021 | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

21 Oktober 2021|08:42 WIB

10 Film Pendek Finalis Viddsee Jurie Awards 2021

Pandemi tak menghalangi sineas dalam berkarya, terbukti dengan semakin banyaknya film-film pendek yang didaftarkan dalam ajang tersebut

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

10 Film Pendek Finalis Viddsee Jurie Awards 2021Cuplikan film “A Half Mature of Egg”, salah satu finalis Viddsee Juree Awards 2021. Sumber foto: Viddsee.

JAKARTA – Festival film tahunan Viddsee mengumumkan 10 finalis. Film-film tersebut akan bersaing memperebutkan penghargaan Gold dan Silver Award, serta Viddsee Filmmaker Gold dan Silver Kit yang disponsori oleh Motion Picture Association.

Community Manager Viddsee untuk Indonesia, Arie Kartikasari mengatakan, tahun ini, Viddsee Juree Awards Indonesia memasuki tahun ke-5 sejak mulai diadakan pada 2016 lalu. Ia mengungkapkan kegembiraannya atas keragaman film-film yang mendaftar dari tahun ke tahun, yang menurutnya semakin berkembang baik.

Ia mengatakan, pihaknya sukses menjaring film-film yang mengangkat beragam isu, mulai dari lingkungan, ekonomi, sosial, pandemi, dan perempuan. Kisah-kisah itu pun disampaikan dengan cara bertutur yang menarik. Tahun ini, penyelenggara kembali menerima film-film berasal dari berbagai kota di Indonesia.

“Kami merasa bersemangat sekali karena menerima film yang secara cakupan geografisnya tersebar dari seluruh Indonesia. Ada banyak nama baru, yang berarti kesempatan untuk memperkenalkan pembuat film baru dan potensial, serta cerita dan isu lokal yang mereka angkat semakin besar kepada penonton,” ungkap Arie dalam keterangannya. 

Viddsee Juree Awards merupakan festival film tahunan yang merayakan dan memberikan penghargaan film-film pendek terbaik. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Singapura serta Filipina. Setiap tahun, para pencerita bertalenta cemerlang dari setiap negara mendaftarkan film mereka untuk diseleksi dan dinilai oleh panel juri internasional yang mumpuni di bidangnya.

Tahun ini, panel juri festival terdiri dari Sébastien Simon (Programmer Busan International Short Film Festival), Linh Duong (Sutradara film Vietnam), dan Ahsan Adrian (Editor film Indonesia).

Sementara itu founder Viddsee, Ho Jia Jian mengatakan bahwa jumlah film yang didaftarkan ke Viddsee Juree tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menurutnya membuktikan bahwa situasi pandemi yang memasuki tahun kedua dan masih belum reda ini tidak menghalangi pembuat film pendek untuk terus berkarya.

“Ada cukup banyak film yang dibuat di masa pandemi. Hal ini membuktikan keyakinan kami bahwa meski tak mudah, pembuat film akan menemukan jalan untuk tetap memproduksi film,” ujarnya.

Tahun ini menjadi tahun kedua Viddsee Juree Awards dilaksanakan secara daring, lengkap dengan pemutaran film dan diskusi virtual. Serangkaian program acara daring seperti diskusi lewat podcast dan Klub Pencerita, program webinar yang mengundang para praktisi perfilman, juga akan diadakan hingga menjelang pengumuman pemenang Viddsee Juree 2021.

Film-film Finalis
Para finalis Viddsee Juree Awards 2021 mengangkat isu yang cukup beragam, sebagian di antaranya sangat progresif dan relevan dengan berbagai persoalan dewasa ini.

Pertama yaitu A Half Mature of Egg (Telur Setengah Matang). Merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Reni Aprilia. Film ini mengangkat cerita tentang seorang remaja perempuan, Anisa, yang berusaha mencari solusi dari permasalahan kehamilan tidak diinginkan.

Finalis kedua, Boxes of Men and the Sea yang disutradarai oleh Decky Putra. Film ini bercerita tentang petualangan seorang laki-laki di Samudera Hindia untuk pertama kalinya dengan berbagai tantangan dan keseruannya. Lalu film selanjutnya yakni 

Dreadlocks yang disutradarai oleh Sidiq Ariyadi, bercerita tentang seorang petani yang berjibaku dengan ekonomi terutama saat ia harus menjalani ritual pemotongan gimbal anak lelakinya yang harus dibayar dengan seekor sapi betina.

Film keempat berjudul In the Middle of the Pandemic (Rumah di Belakang Rumah), karya Indra Hermawan. Bercerita tentang kerumitan hidup seorang bernama Nono, yang tertekan dalam kehidupan di tengah situasi pandemi yang tak menentu. 

Kemudian film Jambrong & Gondrong yang disutradarai Monica Wijaya, mengangkat kisah pertengkaran dua laki-laki, Babeh Jambrong dan Bang Gondrong karena kasus uang hilang.

Ada lagi Lotere karya Arfi Sn yang bercerita tentang Euis dan Kemed yang miskin, mencoba mengubah nasibnya dengan mengikuti togel dan acara kuis di televisi setiap harinya. 

Kemudian film Message in the Money (Pada Selembar Pesan) karya Iradat Ungkai Megah, yang berkisah tentang Wawan, yang tertekan oleh desakan menikah dari ibunya orang tuanya.

Finalis kedelapan yaitu One Place Different Space (Balalek) karya Haris Supiandi. Film ini bercerita tentang Pak Loji, seorang Tuhatahunt - ketua adat dan pemimpin ritual dari suku Dayak, diduga merupakan penyebab kebakaran hutan dan lahan di barat Kalimantan. 

Film The Lottery Seer (Peramal Kode Buntut) karya Bernadeta Konsisoptiani yang berkisah tentang hidup Herman, bocah desa yang pandai membaca di tengah ketidaktahuan warga desanya akan aksara.

Finalis terakhir yaitu The World is Me (Satu) yang disutradarai oleh Aditia Santosa. Film ini menceritakan seorang nelayan yang bernama Supri. Suatu hari, ia menemukan mayat perempuan dengan penuh luka tusuk. Film ini merekam bagaimana ia berhadapan dengan kebingungan, berusaha mengambil keputusan apa yang akan dilakukan terhadap mayat tersebut.

Para finalis di atas akan dinilai untuk kemudian diumumkan pemenangnya pada rangkai puncak festival pada 3 Desember mendatang. Semua rangkaian acara tersebut akan disiarkan di kanal Viddsee.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER