Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|20:12 WIB

Wae Kelambu Dukung Distribusi Beras Merauke

Beras untuk NTT tidak lagi didatangkan dari Jawa

Oleh: Fin Harini

ImagePembangunan Terminal Wae Kelambu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (ANTARA/HO-Kementerian PUPR)

KUPANG – Kehadiran Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memberi dukungan bagi layanan tol laut yang mengangkut beras dari lumbung beras di Merauke untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia Timur.

NTT sendiri telah menyiapkan dua kontainer guna melancarkan aktivitas logistik tersebut dan tol laut akan beroperasi secara khusus di 15 pelabuhan yang ada.

“Dengan demikian beras tidak lagi dari didatangkan dari Jawa, yang menyebabkan angkutan dari barat ke timur akan berkurang dan dari timur ke barat akan segera dimulai,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada acara Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10), dilansir dari Antara.

Merauke memang menjadi lumbung padi Papua. Sepanjang 2020, BPS menyebutkan, total potensi produksi padi tertinggi di Papua ada di Merauke. Total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 205,58 ribu ton GKG. Dari jumlah itu, sumbangan Merauke 188,27 ribu ton GKG atau 91,57%.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan, pemerintah mengusahakan agar NTT dapat mengakses surplus beras dari Merauke, Papua. Hal itu agar NTT tidak harus mengambil beras dari Pulau Jawa, harga lebih terjangkau dan masyarakat tidak terbebani biaya yang mahal.

"Kami akan membuat akses, jadi dari Merauke akan surplus beras itu akan kita pindah ke NTT. Sehingga tidak harus mengambil beras dari Jawa, sehingga Merauke bisa mendapatkan pasar ke NTT dan tentunya pasti harus lebih murah," kata dia dalam Rakornas BNPB, yang disaksikan secara virtual, Selasa (9/3).

Mensos menjelaskan, hal ini sedang diupayakan agar ke depan perbedaan harga di Pulau Jawa dan beberapa daerah di Indonesia tidak terlalu jauh.

Namun, dari pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga beras di NTT lebih murah dibandingkan Merauke. Sejak 8 Oktober hingga 14 Oktober, harga beras di Merauke stabil di angka Rp10 ribu/kg untuk kualitas bawah I. Sementara, di NTT harga Rp9.900 per kg.

Pada kesempatan itu, Budi Karya menyebutkan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang diharapkan bisa menjadi format baru pelabuhan di Indonesia, mulai dibangun pada Agustus 2020. Adapun anggaran bersumber dari APBN dan anggaran BUMN.

Pelabuhan multiguna tersebut dibangun dengan tujuan memindahkan pelabuhan kontainer dari dalam kota agar Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi destinasi wisata yang baik dan menarik di dalam kota.

Terminal Multiguna Wae Kelambu ini diperuntukkan untuk melayani lalu lintas dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, kargo umum, dan curah cair, sesuai Rencana Induk Pelabuhan Labuan Bajo yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 117 Tahun 2021.

Sementara itu Presiden Joko Widodo yang hadir untuk meresmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo itu berharap pelabuhan masih memungkinkan untuk digunakan hingga 15-20 tahun ke depan.

"Kita harapkan bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang, masih memungkinkan untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Manggarai Barat," kata Presiden Jokowi.

Jokowi mengaku tidak menyangka Terminal Wae Kelambu Pelabuhan Labuhan Bajo yang merupakan terminal khusus logistik pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi berukuran sangat besar.

Saat meresmikan Terminal Multiguna Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, NTT, Kamis, Presiden Jokowi mengira pelabuhan tersebut akan berukuran setara dengan Pelabuhan Labuan Bajo yang telah didirikan terlebih dahulu.

"Saya tidak membayangkan bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali. Pikiran saya itu sama seperti yang lama, hanya digeser ke sini," kata Presiden Jokowi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA