Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

17 Juni 2021|14:03 WIB

Vaksinasi, Dukungan Moneter serta Fiskal Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Laporan tersebut juga merekomendasikan strategi reformasi empat langkah untuk mengatasi tantangan terkait pekerjaan.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImageVaksinator menyuntikkan vaksin covid-19 saat pelaksanaan vaksinasi massal di Denpasar, Bali, Rabu (16/6/2021). ANTARAFOTO/Fikri Yusuf

JAKARTA - Perekonomian Indonesia diproyeksikan bangkit kembali dari resesi yang terjadi pada tahun 2020, dengan tingkat pertumbuhan 4,4% pada tahun 2021.

Menurut laporan terbaru Prospek Ekonomi Indonesia dari Bank Dunia yang bertajuk Mempercepat Pemulihan yang dirilis hari ini, proyeksi tersebut didasarkan pada kondisi pandemi yang terkendali dan ekonomi global yang terus menguat, 

Laporan tersebut menyoroti bahwa meskipun pertumbuhan konsumsi dan investasi melambat selama kuartal I/2021, sentimen konsumen dan penjualan ritel mulai membaik pada kuartal kedua menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat. Namun, ketidakpastian terkait pandemi tetap tinggi karena risiko penularan virus yang lebih tinggi.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menyebutkan, mempercepat distribusi vaksin, memastikan testing yang memadai maupun pengambilan tindakan terkait kesehatan masyarakat lainnya, serta mempertahankan dukungan moneter dan fiskal yang kuat dalam waktu dekat dirasa sangat penting untuk mendorong pemulihan Indonesia.

“Secara paralel, reformasi untuk memperkuat iklim investasi, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan ruang fiskal untuk keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang akan menjadi penting untuk lebih lanjut membangun kepercayaan konsumen dan investor,” katanya dalam Launching Virtual Indonesia Economic Prospect Juni 2021 Report, Jakarta, Kamis (17/6).

Laporan tersebut merekomendasikan agar pemerintah mengembangkan strategi fiskal jangka menengah dengan urutan yang baik. Termasuk rencana yang jelas untuk meningkatkan pendapatan pajak dan ruang fiskal untuk belanja prioritas.

Di samping itu, dibahas juga tentang pentingnya menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dan mendorong kredit swasta untuk mendukung sektor riil sambil memantau kerentanan eksternal dan keuangan.

Laporan juga menyoroti peran penting bantuan sosial yang memadai dalam upaya mengurangi risiko terkait kemiskinan yang meningkat. Terungkap bahwa dengan dipertahankannya paket bantuan sosial seperti pada tahun 2020 pada 2021 berpotensi menjaga 4,7 juta orang Indonesia tetap berada di luar kemiskinan.

Edisi laporan kali ini juga melihat kemungkinan bagi Indonesia untuk meningkatkan berbagai pekerjaan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan partisipasi perempuan dalam perekonomian.  

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia kata Habib Rab menuturkan, Indonesia telah mengurangi tingkat kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan upah tenaga kerja selama satu dekade terakhir.

Tahap selanjutnya adalah menciptakan lapangan kerja kelas menengah yang lebih produktif, memperoleh upah yang lebih tinggi, dan memberikan manfaat sosial.

“Sementara krisis berisiko memperberat tantangan ketenagakerjaan Indonesia, krisis ini juga menjadi peluang untuk mengatasi hambatan daya saing dan inklusi untuk menciptakan lapangan kerja kelas menengah dan memperkuat partisipasi perempuan dalam perekonomian,” katanya.

Empat Rekomendasi 

Laporan tersebut juga merekomendasikan strategi reformasi empat langkah untuk mengatasi tantangan terkait penciptaan pekerjaan.

“Rencana reformasi untuk menciptakan pekerjaan dapat dibangun di atas empat pilar,” kata Kahkonen

Pertama, Bank Dunia merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk mengurangi risiko kehilangan pekerjaan dengan mempertahankan program retensi pekerjaan, bantuan sosial, pelatihan, dan program pelatihan ulang yang memadai hingga pemulihan ekonomi berjalan dengan lebih kuat.

Kedua, meningkatkan produktivitas dan pekerjaan kelas menengah dengan mendukung penguatan daya saing, investasi, dan perdagangan.

Ketiga, melengkapi tenaga kerja Indonesia untuk memiliki pekerjaan kelas menengah dengan berinvestasi dalam sistem pembelajaran dan pelatihan serta berbagai program untuk meningkatkan keterampilan pekerja.

Keempat, mendorong lebih banyak perempuan ambil bagian dalam angkatan kerja dan mengurangi kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan dengan berinvestasi pada perawatan anak dan lansia serta mendukung pengembangan sektor swasta dalam ekonomi yang berbasis pada perawatan (care economy).

Terkait tenaga kerja, Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan tingkat pengangguran di Indonesia mulai pada Februari 2021. Ia bilang, hal tersebut berkat sebuah kebijakan fiskal yang juga fokus pada isu lapangan pekerjaan.

Terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan tingkat pengangguran terbuka alias TPT pada Februari 2021 sebesar 6,26% atau 8,75 juta. Turun 0,81% poin dibandingkan dengan Agustus 2020 yang sebesar 7,07%.

“Kita lihat sudah mulai ada penyerapan tenaga kerja lagi. Data menunjukkan jumlah pekerjaan yang tercipta di periode Agustus 2020 hingga Februari 2021 lebih cepat daripada orang-orang yang mencari pekerjaan,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA