Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

WIRAUSAHA

08 Juni 2021|19:34 WIB

UMKM di Tanah Air Potensial Tumbuh Lebih Besar

Adopsi teknologi dan permodalan masih menjadi hambatan UMKM di dalam negeri untuk bertumbuh

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Pekerja memfoto kopi di Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020), untuk dipasarkan secara daring. ANTARAFOTO/Budi Candra Setya

JAKARTA - CEO Zahir Internasional Muhammad Ismail menilai, potensi pertumbuhan bisnis di sektor UMKM Indonesia masih begitu tinggi saat ini. Tercermin dari berbagai e-commerce dan layanan digital, segmen usaha yang yang dominan tumbuh adalah mikro-menengah.

Hanya saja, pertumbuhan tersebut masih bakal tersdisrupsi oleh berbagai hambatan di sisi teknis, terutama di sisi adopsi teknologi.

"Maka kami berupaya menyediakan teknologi (SRP) yang sangat mudah digunakan dengan investment yang kecil, yang kalau bisa gratis," jelasnya dalam konpers virtual, Jakarta, Selasa (8/6).

Sementara itu, Zahir juga menyediakan layanan bekerja sama dengan beragam ekosistem dan komunitas untuk menyediakan pelatihan bisnis serta aplikasi.

Selain itu, tantangan permodalan juga kerap menghambat pertumbuhan bisnisnya. Untuk itu, Zahir juga melengkapi layanannya dengan menyediakan skema permodalan untuk UMKM lewat capital hub.

Nantinya, Zahir CapitalHub akan berperan sebagai fintech aggregator untuk menyesuaikan berbagai permintaan pembiayaan dengan variasi skala usahanya. Untuk layanan ini, Zahir akan bekerja sama dengan lembaga keuangan atau fintech sesuai dengan segmen bisnis yang berada di ekosistem Zahir.

"Misal di segmen mikro, kita sedang berbicara dengan beberapa lembaga agar bagaimana kita bisa menyediakan permodalan lewat wakaf. Jadi, kita bisa kasih gratis dana untuk bisa bantu usaha mikro supaya dapat permodalan dengan sangat mudah dan gratis," katanya.

Adapun UMKM yang tertarik untuk mencoba layanan bisa mengunjungi website Zahir, lalu mendaftar sesuai dengan segmen yang dipilih. Ismail juga menjelaskan, selain layanan aplikasi, perusahaannya juga menyediakan ekosistem yang cocok bagi UMKM.

Sebelumnya, Deputi Bidang UKM Kemenkop-UKM Hanung Harimba Rachman menyebut,  keterbatasan akses pasar, kendala perizinan, serta biaya-biaya nonteknis yang sulit dihindarkan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM.

Dengan demikian, langkah memasuki akses digital wajib dilakukan guna menjawab seluruh tantangan tersebut. Selain itu, digitalisasi juga menjadi upaya untuk menjaga eksistensi pelaku UMKM.

"Ini (digitalisasi) sangat penting, selain untuk memudahkan akses pembiayaan, pasar dan tren pola konsumsi masyarakat, tetapi juga dapat belanja, transfer uang, dan lainnya melalui mobile banking," ucapnya, Senin (26/4).

Berdasarkan data Kemenkop-UKM, UMKM yang terhubung dengan akses digital mengalami pertumbuhan sejak pandemi covid-19 di Indonesia. Peningkatan jumlah transaksi online bahkan menyentuh 26%.

"Sedangkan UMKM yang belum terhubung dengan platform digital mengalami penurunan omzet," kata Hanung.

Dirinya mengakui, transformasi ke arah ekonomi digital guna mencapai efisiensi dan efektivitas operasional usaha saat ini menjadi agenda prioritas Kemenkop-UKM. Untuk itu, ia mengimbau   pelaku UMKM jeli dan mempunyai intuisi dalam melirik peluang pasar.

Dengan begitu, Hanung meyakini produk UMKM dapat selalu berorientasi pasar. UMKM yang mampu beradaptasi membaca permintaan pasar dan beralih dari konvensional ke digital, lanjutnya, terbukti dapat bertahan di tengah masa pandemi.

Sementara dari pemerintah pusat, Hanung menyebutkan akan melakukan sejumlah pelatihan pengembangan keahlian pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, pelatihan manajemen usaha dan keuangan UKM, serta pelatihan vokasional pengembangan marketing mix.

Melalui upaya tersebut, harapannya, pelaku UMKM bisa menjadi lebih unggul dan berdaya saing dalam menyelesaikan permasalahan manajemen usaha, serta menjadi pemenang dalam persaingan yang semakin ketat.

"Saya juga berharap upaya-upaya yang kami lakukan bisa menjadi solusi dalam pengurangan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia," tegasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA