Selamat

Rabu, 22 September 2021

14 Agustus 2021|15:20 WIB

UKM Fesyen Raih Transaksi Potensial di Fashion Show AS

Indonesia berhasil meraih potensi transaksi serta kesempatan bertemu dengan buyer potensial.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Koleksi Sejauh Mata Memandang dalam Dewi Fashion Knights (DFK) di ajang pekan mode Jakarta Fashion Week 2021. ANTARA/Sejauh Mata Memandang

LAS VEGAS - Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles sukses promosikan merek produk fesyen, asal pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia di pameran MAGIC Fashion Trade Show 2021. 

Dalam pameran ini, Indonesia berhasil meraih potensi transaksi sekitar Rp1 miliar serta kesempatan bertemu dengan buyer potensial. MAGIC Fashion Trade Show merupakan pameran fesyen terbesar dan bergengsi di AS yang berlangsung pada 9-11 Agustus 2021 di Las Vegas Convention Center, Nevada, Amerika Serikat.

Kepala ITPC Los Angeles Bayu Nugroho berujar, beragam produk UKM Indonesia yang ditampilkan di pameran ini dipercaya memiliki daya saing cukup baik di pasar AS. Pasalnya, ia nilai, produk-produk itu begitu memperhatikan tren fesyen di AS saat ini. 

"Hal itu karena produk yang ditampilkan memiliki latar belakang cerita yang unik, memberdayakan UKM, dan menggunakan bahan ramah lingkungan,” katanya dalam keterangan pers yang di Jakarta, Sabtu (14/8).

Dihadiri 65.000 pengunjung, MAGIC Fashion Trade Show 2021 memamerkan berbagai macam produk serta tren terkini, mulai dari pakaian, alas kaki, dan aksesori. Pada pameran ini, Indonesia menampilkan tiga merek pakaian wanita, yaitu HEXI Los Angeles, Zoe Label, dan Wastu; serta satu brand untuk produk tas wanita yaitu EVERINA. 

HEXI Los Angeles dan EVERINA merupakan women-owned dan minority-owned brand yang menampilkan beragam produk size-inclusive, vegan-friendly, dan vegan leather-based yang sangat digemari di AS. Sedangkan, Zoe Label dan Wastu menghadirkan produk dengan model young contemporary yang simple, chic, dan unik dengan kualitas premium. 

“Partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan komitmen perwakilan perdagangan di kawasan pantai barat AS, untuk mempromosikan produk fesyen Indonesia secara konsisten di tengah masa pemulihan atau reopening AS,” jelas Bayu.

Hal ini menjadi penting untuk dilakukan sebagai upaya Indonesia mempertahankan pangsa pasar yang ada. Indonesia adalah negara keempat terbesar sebagai pemasok produk pakaian ke Negeri Paman Sam di tahun 2020, dengan nilai ekspor mencapai US$3,5 miliar.

Pada periode Januari-Juni 2021, nilai impor produk pakaian AS dari Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,66% dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya. 

Untuk kategori produk aksesoris, Indonesia menempati peringkat ke-6 sebagai negara pengekspor terbesar ke AS dengan nilai US$335 juta pada 2020 dan mencapai US$164 juta pada periode Januari-Mei 2021. 

Ke depan, Bayu harap, keikutsertaan Indonesia dalam pameran itu dapat meninggalkan kesan positif di Negeri Paman Sam. 

“Dengan berpartisipasi di MAGIC Fashion Trade Show 2021 secara konsisten, diharapkan Indonesia dapat membangun kepercayaan dan reputasi yang baik di mata buyer AS sebagai pemasok produk pakaian yang dapat diandalkan,” pungkas Bayu. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER