Selamat

Jumat, 7 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

18 Agustus 2022

12:05 WIB

Turun Goceng, Emas Antam Dihargai Rp975.000/gram

Penurunan harga emas Antam seiring pelemahan logam kuning di pasar global. Emas tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Turun <i>Goceng</i>, Emas Antam Dihargai Rp975.000/gram
Pegawai menujukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam Denpasar Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

JAKARTA – Harga emas Antam pada Kamis (18/8) melemah goceng alias Rp5.000 ke level Rp975.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali turut turun Rp4.000 ke angka Rp839.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat melonjak sebesar Rp3.000. Pada Senin (8/8), harga ditutup Rp987.000/gram, hingga Sabtu (13/8), emas Antam ditutup di posisi Rp990.000/gram. 

Kemudian, emas Antam pada Senin (15/8) melemah tipis Rp2.000 ke level Rp988.000/gram dan turun lagi pada Selasa (16/8) sebesar Rp8.000 ke Rp980.000/gram. Pada hari berikutnya, Rabu (17/8), emas stagnan di Rp980.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020). 

Di pegadaian, pada Kamis (18/8), harga emas Antam Rp1.015.000/gram, Antam Retro Rp952.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.170.000/gram dan emas cetakan UBS Rp949.000/gram. 

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, harga emas merosot lebih lanjut pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (18/8). Emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut hingga berada di bawah level dukungan penting US$1.780 karena tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat. 

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh US$13 atau 0,73% menjadi US$1.776,70 per ounce, menambah penurunan 1,40% dalam dua sesi sebelumnya. 

Harga emas berjangka tergelincir US$8,40 atau 0,47% menjadi US$1.789,70 pada Selasa (16/8), setelah anjlok US$17,4 atau 0,96% menjadi US$1.798,10 pada Senin (15/8), dan menguat US$8,30 atau 0,46% menjadi US$1.815,50 pada Jumat (12/8). 

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, Federal Reserve (Fed)  merilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), menunjukkan Federal Reserve percaya bahwa sikap kebijakan yang lebih ketat diperlukan untuk memenuhi mandat ganda pengendalian inflasi dan meningkatkan lapangan kerja. 

Harga emas melihat dukungan akhir setelah Federal Reserve mengatakan dalam risalah pertemuan Juli bahwa kenaikan suku bunga AS dapat melambat di beberapa titik jika inflasi terus mundur dari tertinggi empat dekade yang terlihat awal tahun ini. 

"Beberapa peserta mengindikasikan bahwa, begitu suku bunga kebijakan telah mencapai tingkat yang cukup ketat, kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan tingkat itu untuk beberapa waktu," kata The Fed dalam risalah pertemuan 26-27 Juli, merujuk pada peserta dari pembuat kebijakan FOMC. 

Banyak pejabat Federal Reserve juga khawatir tentang pengetatan yang berlebihan dengan risalah pertemuan mengatakan bahwa anggota FOMC waspada terhadap kenaikan suku bunga yang berlebihan dan merasa bahwa kenaikan suku bunga yang melambat mungkin tepat selama kondisi ekonomi yang lebih lemah. 

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (17/8) bahwa penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada Juli sebagai akibat dari penurunan harga bensin, lebih baik dari yang diperkirakan. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 35,4 sen atau 1,76% menjadi US$19.731 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turut turun US$12 atau 1,29% menjadi US$919,30 per ounce.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Puluhan WNI Masih Ada Di Ukraina

PTPN X Giling 4 Juta Ton Tebu Di Sembilan Pabrik Gula

Konser Justin Bieber Di Jakarta Resmi Ditunda

Polri Ingatkan Penipuan Pesan E-tilang Via WhatsApp

PUPR: Infrastruktur Hijau Sektor SDA Kurangi Emisi Karbon

PUPR: Infrastruktur Hijau Sektor SDA Kurangi Emisi Karbon

TECNO Segera Rilis Ponsel Gaming POVA Di Indonesia

KPK Ingatkan Potensi Korupsi Anggaran Kesehatan