Selamat

Rabu, 22 September 2021

14 September 2021|21:00 WIB

Transformasi PIS Akselerasi Keputusan Bisnis

Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina ini berencana menjadikan ShipManager sebagai alat manajemen armada terintegrasi.

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Dian Hapsari

ImageSubholding Integrated Marine Logistics PT Pertamina International Shipping (PIS). PT Pertamina International Shipping (PIS)/Dok.

JAKARTA – PT Pertamina International Shipping (PIS) membuat Standard Operation Procedure yang lebih singkat dengan memangkas berbagai proses, seperti pengadaan, kemitraan, dan decision maker.

Pjs. Corporate Secretary PIS Roberth MV Dumatubun mengklaim, prosedur yang dirancang saat ini lebih efektif dan efisien bagi kemajuan perusahaan.

“Kami terus melakukan improvisasi agar seluruh standard operation procedure dapat mencerminkan pengambilan keputusan yang lean dan agile,” jelas Roberth pada keterangan tertulis yang diterima Validnews pada Selasa (14/9).

Ia meyakini, transformasi PIS menjadi Subholding Integrated Marine Logistics terus membawa optimisme baru. Maka dari itu, jajaran direksi dan manajemen mengambil langkah strategis dengan melakukan perubahan-perubahan signifikan. Tujuannya, mencapai target Pertamina secara group untuk berada di posisi top 100 perusahaan dunia Global Fortune 500 dengan valuasi US$100 miliar pada 2024 mendatang.

Guna mencapai target-target tersebut, saat ini PIS telah melaksanakan langkah-langkah manajerial dan operasional dalam rangka mendukung program Pertamina Group yang produktif dan efisien. Dengan terus mendorong dan mewujudkan operasional perusahaan yang handal dan efisien.

“Penerapan hal tersebut perlu didukung dengan penerapan regulasi dan tata kelola perusahaan yang baik yang mendukung Good Corporate Governance, Sistem Manajemen Anti Penyuapan, dan juga digitalisasi,” sebut Roberth.

Di sisi lain, PIS memastikan untuk terus menerapkan proses bisnis yang berdasarkan pada planningmonitoring, dan evaluasi yang terintegrasi untuk memastikan kegiatan operasional dan komersial berjalan efektif serta efisien.

Roberth pun berharap, transformasi PIS menjadi Subholding Integrated Marine Logistics dapat menunjang kemandirian bisnis perusahaan dan mendukung terwujudnya visi perusahaan.

“Transformasi PIS menjadi Subholding Integrated Marine Logistics saat ini telah menorehkan beberapa keberhasilan dan pencapaian dari sisi kinerja perusahaan” akunya.

Keberhasilan tersebut antara lain dapat dilihat dari kinerja operasi kapal milik PIS yang berhasil memberikan kinerja transport loss di angka 0,03%, kinerja dari pumping compliance kapal milik sebesar 99,4%, sementara kinerja dari speed compliance kapal milik di kisaran 99,8%.

Selain itu dari segi armada, saat ini PIS telah berkembang menjadi outsource ship management. Selain mengelola kapal armada milik PIS, anak usaha Pertamina itu juga bertindak sebagai outsource ship management dengan mengelola 13 unit kapal anak perusahaan dan 13 unit kapal milik SPV.

PIS juga telah memperluas trading area dari delapan rute menjadi sebelas rute di seluruh dunia.

Sedangkan dari segi digitalisasi, saat ini PIS masih melakukan continuous improvement dengan aplikasi modul-modul lain dalam ShipManager yaitu modul QHSE, crewingdocumentform, dan order management. Serta menjadikan ShipManager sebagai integrated fleet management tools.

“Harapan kedepannya sebagai Subholding Integrated Marine Logistics, PIS dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan operasi yang aman dan berkelanjutan, menjadi mitra maritim terpercaya dan handal, serta menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan dalam menjalankan bisnisnya,” pungkas Roberth.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER