Tingkatkan Keamanan Data, BCA Kantongi Sertifikasi ISO | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|13:40 WIB

Tingkatkan Keamanan Data, BCA Kantongi Sertifikasi ISO

Sertifikasi ini mencakup keseluruhan aspek yang ada di SKES seperti perlindungan asset informasi baik internal maupun eksternal, tata kelola pengamanan informasi, serta pengamanan ID khusus

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

Tingkatkan Keamanan Data, BCA Kantongi Sertifikasi ISOPenyerahan sertifikasi ini dilakukan secara hybrid di Menara BCA. BCA/Dok

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) konsisten mengedepankan keamanan, terutama kerahasiaan data-data baik internal maupun eksternal. Hal ini pun dihadirkan BCA melalui Satuan Kerja Enterprise Security (SKES) yang bertugas melindungi dan mengamankan aset informasi BCA dari ancaman cyber.

Teranyar, untuk meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), Satuan Kerja Enterprise Security menerapkan ISO dan telah menerima sertifikasi ISO 27001:2013. Jadi, kian meningkatkan kredibilitas BCA sebagai institusi keuangan di Indonesia.

Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, dengan adanya kehadiran sertifikasi ISO 27001:2013 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ini, maka melengkapi sertifikasi internasional yang dimiliki BCA.

Pihaknya juga mengaku bangga dan bahagia bisa mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 ini. Karena, sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa BCA telah menerapkan standar pengelolaan keamanan informasi yang tepat dan efektif.

Adapun, sertifikasi ini mencakup keseluruhan aspek yang ada di SKES seperti perlindungan asset informasi baik internal maupun eksternal, tata kelola pengamanan informasi, serta pengamanan ID khusus.

"Tata kelola pengamanan informasi ini juga sebagai upaya yang dilakukan BCA untuk memenuhi peraturan yang diterbitkan oleh regulator serta pemerintah,” kata Hendra dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/11).

Sebelumnya, BCA sendiri telah memiliki sertifikasi ISO 27001:2013 untuk Pengelolaan TI di Data Center Operation & Network Team. Selain itu, BCA juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Kinerja Bisnis Konsumer, sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) 3.2.1 untuk Standar Keamanan Data Global, dan sertifikasi ISO 20000-1:2018 untuk Pengelolaan Layanan IT.

Jalankan Serangkaian Audit
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono menambahkan, untuk mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013, BCA telah menjalankan serangkaian kegiatan audit yang dilakukan oleh PT SGS Indonesia pada September dan Oktober lalu. Sementara, pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi ini dilakukan oleh PT Lemti Unindo Inovasi.

Sementara itu, ISO atau International Organization for Standardization merupakan organisasi internasional yang menangani standarisasi di seluruh dunia meliputi teknis tertentu.

“Adanya standarisasi ini akan membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai jaminan kualitas yang disediakan sebuah organisasi. ISO 27001:2013 merupakan standar dalam sistem manajemen keamanan informasi, melalui sertifikasi ini masyarakat dan nasabah akan diberikan gambaran mengenai pengimplementasian perlindungan informasi di BCA,” terang Armand.

Sekadar informasi, seremoni penyerahan sertifikasi ini dilakukan secara hybrid di Menara BCA yang dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono, Direktur BCA Hendra Lembong, Managing Director SGS Indonesia Mike Bruinsma, dan Chief Technology Officer PT Lemti Unindo Inovasi Ari Rinaldi Sumarmo pada Selasa (23/11) lalu. Seremoni ini juga dihadiri oleh segenap manajemen BCA beserta tim penguji lainnya.

Asal tahu saja, BCA meraup laba bersih Rp23,2 triliun pada triwulan III-2021 atau naik 15,8% dibandingkan triwulan III-2020 (year-on-year/yoy). Pertumbuhan laba sejalan dengan kinerja kredit serta pertumbuhan pendanaan, dana giro, dan tabungan (CASA).

"Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus covid-19 di Indonesia, termasuk mengakselerasi program vaksinasi, sehingga aktivitas bisnis mulai menunjukkan pemulihan seiring peningkatan mobilitas," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BCA Triwulan III-2021 secara daring di Jakarta, Kamis (21/10), dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, perpanjangan relaksasi pajak pada sektor properti dan otomotif menjaga daya beli masyarakat.

Dana pihak ketiga (DPK), CASA naik 21% (yoy) mencapai Rp721,8 triliun per September 2021, sementara deposito juga meningkat 9,7% (yoy) menjadi Rp201,9 triliun.

"Secara keseluruhan, total DPK naik sebesar 18,3% (yoy) menjadi Rp923,7 triliun, sehingga mendorong total aset BCA tumbuh 16,5% (yoy) mencapai Rp1.169,3 triliun," ucap dia.

Seiring pertumbuhan likuiditas yang kokoh serta kinerja outstanding kredit yang membaik, ia mengatakan pihaknya berhasil mempertahankan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih selama sembilan bulan pertama 2021, yakni naik 3,3% (yoy) menjadi Rp42,2 triliun.

Pendapatan selain bunga tercatat Rp15,5 triliun di periode yang sama atau tumbuh 2,4% (yoy), serta kinerja positif pendapatan selain bunga ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 11,2% (yoy) menjadi Rp10,7 triliun.

Secara total, Jahja menuturkan, pendapatan operasional tercatat Rp57,6 triliun atau naik 3,1%, sementara laba bersih tumbuh 15,8% (yoy) menjadi Rp23,2 triliun, yang ditopang oleh penurunan biaya operasional dan biaya provisi kredit yang lebih rendah.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER