Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

WIRAUSAHA

10 Juni 2021|18:01 WIB

Teten Minta Milenial Berperan Dongkrak Rasio Kewirausahaan

Pemerintah bidik rasio kewirausahaan menyentuh 4% pada 2024 mendatang

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageWirausaha menyelesaikan kerajinan cenderamata kotak tisu dari tanaman eceng gondok di Kab. Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/4). ANTARAFOTO/Aji Styawan

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini berwirausaha dewasa ini menjadi pilihan yang sangat strategis, khususnya bagi kalangan muda atau milenial. Potensi ini ia harapkan bisa meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia, yang saat ini masih rendah di kisaran 3,47%.

"Selain punya kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Ini waktunya untuk menjadi petani, peternak, atau pembudidaya udang di negeri ini," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/6).

Dorongan bagi milenial agar berwirausaha tak lepas dari status atau rasio kewirausahaan Indonesia yang masih kalah dibandingkan dengan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, hingga Singapura yang berada di angka 8,76%.

Sementara dari pemerintah, Teten menyebut saat ini tengah disiapkan Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan yang juga menjadi turunan dari UU Cipta Kerja dan PP Nomor 7 Tahun 2021.

Teten berharap ke depannya instrumen tersebut bisa memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka lapangan kerja bisa segera terealisasi.

"Kami mematok target rasio kewirausahaan tahun ini 3,55% dan pada tahun 2024 mendatang menjadi 4%," kata Menteri Teten.

Kemudian dari sisi pembiayaan, Teten menegaskan Kemenkop UKM juga memberi kemudahan bagi sektor UMKM. Antara lain penyiapan regulasi KUR kecil tanpa jaminan hingga Rp100 juta hingga pagu kredit untuk UMKM yang plafonnya meningkat sampai Rp20 miliar.

Lebih lanjut, Teten juga berharap peran strategis dari perguruan tinggi untuk memberi akses informasi maupun teknologi bagi para mahasiswa untuk menjadi wirausaha dengan penerapan inovasi teknologi.

"Perguruan tinggi perannya sangat strategis untuk memberi pengetahuan, digitalisasi, ataupun teknologi bagi para anak muda agar menjadi wirausaha atau startup sukses dengan penerapan teknlogi," tandasnya.

Digitalisasi
Menteri Teten menambahkan, akses digital saat ini menjadi media akselerasi pertumbuhan usaha KUMKM. Merujuk data Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEA), Teten menyebut telah terjadi kenaikan penjualan daring sebesar 25% selama perebakan pandemi covid-19.

"Artinya, masyarakat telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan di kondisi pandemi," imbuhnya.

Kemenkop UKM pun tengah memperkuat pelaku UMKM go digital melalui sejumlah pendekatan. Salah satunya peningkatan kapasitas lewat penguatan database, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan kawasan atau klaster terpadu UMKM.

Tak hanya itu, Kemenkop UKM juga berupaya memperluas pasar digital lewat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa (LKPP dan PaDI), hingga pengadaan sistem informasi ekspor UMKM.

Sementara dalam rangka melindungi produk UMKM dalam negeri, Teten terus mendorong pihak-pihak terkait agar membatasi produk impor yang menjual di bawah harga produksi atau predatory pricing dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

"Saya berkomitmen juga untuk menghilangkan inequal treatment antara penjual offline dan online terkait kewajiban kepemilikian Angka Pengenal Impor, NIB, dan lain-lain. Butuh sinergi antarpihak terkait untuk ini," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA