Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

26 November 2021

14:10 WIB

Standardisasi Akan Percepat Transisi Kendaraan Listrik

Platform Charge.IN yang dikembangkan telah terintegrasi dengan superapps PLN Mobile.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Standardisasi Akan Percepat Transisi Kendaraan Listrik
Ilustrasi Mobil Listrik Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar. Shutterstock/dok.

JAKARTA – PT PLN (Persero) menyebut dalam rangka percepatan transisi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, perlu ada standardisasi untuk ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril meyakini standardisasi itu memegang peranan penting dalam konversi ke mobil listrik, misalnya pada baterai dan charger, untuk menjadi acuan bagi produsen dalam negeri.

"Seperti misalnya colokan listrik, tiap negara punya bentuk yang berbeda, tapi waktu masuk Indonesia bentuknya hanya satu saja," tutur Bob dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (26/11).

Saat ini, Bob menyebut pihaknya telah mengembangkan platform Charge.IN yang terintegrasi dengan superapps PLN Mobile untuk memberi kemudahan pada pengguna kendaraan listrik, antara lain untuk memonitor lokasi SPKLU yang aktif serta transaksi yang dilakukan dan jumlah energi yang telah dikonsumsi.

"Platform Charge.IN ini siap menjadi platform aggregator untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," kata Bob.

Lebih lanjut, Bob juga memaparkan bahwa idealnya, platform Charge.IN itu mampu memberi efektivitas dan efisiensi terhadap akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, platform agregator juga bisa dijadikan alat kontrol bagi pemerintah untuk mengatur kebijakan.

Pasalnya, program konversi energi tak akan terealisasi tanpa dukungan pemerintah yang memerlukan akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban. Bob meyakini Charge.IN dapat berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban insentif yang diberikan pemerintah.

"Untuk itu, agregator harus kita buat terstandardisasi yang mengerucut menjadi satu dan dipegang oleh negara karena ini kepentingan negara," tandas Bob.

Sementara itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memandatkan percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Moeldoko menegaskan bahwa Presiden ingin penggunaan energi harus segera dikonversi dari fosil menuju energi terbarukan.

Ia menyebutkan para pelaku usaha di sektor terkait harus bergerak cepat agar ekosistem kendaraan listrik bisa segera terwujud. Moeldoko menegaskan SPKLU dan produsen harus berani maju bersama dan jangan saling tunggu agar transisi energi segera terwujud.

"Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan keharusan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas," ungkap Moeldoko.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER