Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

30 April 2021|15:46 WIB

Sri Mulyani Minta Pejabat Baru Beradaptasi dengan Cepat

Sembilan pejabat DJPb dan PKN STAN dilantik hari ini.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti raker dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (15/3). ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan dan pejabat pada Politeknik Keuangan Negara atau PKN STAN Periode 2021-2025.

Meskipun dalam posisi baru, Sri Mulyani berharap para pejabat tersebut dapat segera beradaptasi dengan cepat, karena sudah lama bergabung di Kementerian Keuangan.

“Kementerian Keuangan harus semuanya bersikap saling mendukung. Kita harus saling bersinergi karena tidak ada satupun fungsi Kementerian Keuangan yang bisa dijalankan secara eksklusif. Tidak ada satupun unit yang merasa lebih hebat dan lebih berjasa dibandingkan yang lain,” katanya saat memberikan arahan setelah pelantikan, Jakarta, Jumat (30/4).

Adapun lima orang pejabat tinggi pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb. Terdiri atas Didyk Choiroel sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Noor Faisal Achmad sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Kemudian Lydia Kurniawati Christyana sebagai Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Selatan, Dedi Sopandi sebagai Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Jawa Barat, dan Tauhid sebagai Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Jawa Timur.

Sementara empat pimpinan PKN STAN meliputi Rahmadi Murwanto sebagai Direktur Politeknik Keuangan Negara STAN dan Evy Mulyani sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN.

Selanjutnya, Agus Sunarya Sulaeman sebagai Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum PKN STAN dan Budi Waluyo sebagai Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PKN STAN.

Lebih lanjut, ia mengatakan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN masih berperan sentral dalam mendorong pemulihan ekonomi, melindungi masyarakat, dan menangani pandemi.

APBN diklaim berhasil menahan dampak pandemi covid-19 dan mencegah kontraksi ekonomi yang lebih dalam pada 2020. Utamanya pada 2021, APBN disebut terus bekerja keras untuk pemulihan ekonomi dan akan tetap ekspansif, namun secara hati-hati kita akan melakukan konsolidasi fiskal.

Sri Mulyani menuturkan, sebagai bendahara negara, semua sektor di Kementerian Keuangan berperan sangat penting dalam pengelolaan keuangan negara tersebut.

“Keuangan negara adalah satu kesatuan. Penerimaan negara dari pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak atau PNBP, semuanya memiliki peran sama penting,” ujarnya.

Belanja negara, sambung ia, baik itu belanja melalui kementerian negara dan lembaga, transfer ke daerah, dan belanja yang dikelola oleh Bendahara Umum Negara, semua memiliki peran yang sangat strategis.

Pembiayaan, investasi dan seluruh aset negara memiliki peran yang luar biasa juga penting. Dan seluruh sektor-sektor yang mendukung, apakah itu kesekjenan, Irjen, BPPK, semuanya memiliki peran yang tidak terpisahkan.

Selanjutnya, perubahan jabatan seperti rotasi, mutasi, maupun promosi di Kementerian Keuangan dinilai merupakan suatu hal yang lumrah, karena ditujukan untuk kemajuan organisasi. Sehingga, setiap pegawai maupun pejabat harus siap dengan lingkungan pekerjaan berbeda di seluruh Indonesia.

“Keuangan negara menjadi instrumen penting untuk membangkitkan Indonesia kembali. Ini sebuah tantangan yang luar biasa. Saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan di manapun anda ditugaskan, pada posisi apapun. Anda semuanya adalah pahlawan bagi saya dan bagi Indonesia,” ucap Sri Mulyani.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER