c

Selamat

Jumat, 19 Juli 2024

EKONOMI

10 Desember 2022

16:27 WIB

SKK Migas Pastikan Pemenuhan Gas Industri Pupuk

Pemenuhan gas untuk Pupuk Iskandar Muda (PIM) 1 dapat mengoptimalkan potensi uncommitted kargo

Penulis: Yoseph Krishna

Editor: Fin Harini

SKK Migas Pastikan Pemenuhan Gas Industri Pupuk
SKK Migas Pastikan Pemenuhan Gas Industri Pupuk
Ilustrasi. Pabrik Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur. Shutterstock/Alief Tamir

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan kebutuhan gas untuk industri pupuk dapat terpenuhi. Faktor pendukungnya adalah pasokan gas pada tahun 2023 yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan perkiraan pasokan gas yang lebih tinggi dibandingkan tahun ini lantaran proyek strategis nasional (PSN) hulu migas Jambaran Tiung Biru yang dioperasikan oleh Pertamina Cepu di Bojonegoro.sudah onstream.

"Kami pastikan pasokan gas tahun depan aman dan terpenuhi, juga karena ada proyek MBA-MDH yang dioperasikan HCML di Madura," ujar Kurnia, Sabtu (10/12).

Adapun posisi pasokan gas untuk industri pupuk yang akan terpenuhi, seperti Pusri Palembang dengan kebutuhan 190 MMSCFD, Pupuk Kucang Cikampek dengan kebutuhan 101 MMSCFD, Petrokimia Gresik sebesar 141 MMSCFD, Pupuk Kalimantan Timur 335 MMSCFD, serta Pupuk Iskandar Muda (PIM) 2 dengan kebutuhan 50 MMSCFD.

"Begitupun pabrik PIM 1 yang baru direaktivasi, telah terpenuhi kebutuhan gasnya hingga Desember 2022 ini," tambahnya.

Sebelumnya untuk kebutuhan 2023, Kurnia menuturkan, PIM telah memiliki wacana impor. Namun, rencana tersebut digagalkan oleh tingginya harga internasional yang membuat proyek menjadi tidak ekonomis. Karenanya, kebutuhan volume pasokan gas PIM 1 sebesar 55 MMSCFD pada 2023 bisa dipenuhi dari potensi uncommitted kargo.

SKK Migas pada 2023 menyiapkan sebanyak 9 kargo. Dari jumlah itu, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas PIM 1 sekitar 5 kargo. Jumlah uncommitted kargo itu belum termasuk pasokan gas dari Tangguh Train 3 yang akan melakukan decommissioning tahun depan.

Kurnia menyebut SKK Migas pada pengujian reaktivasi pabrik PIM 1 telah memenuhi kebutuhan pasokan gas sesuai pengajuan yang diberikan, yakni sebanyak 2 kargo.

"Jika 2023 nanti butuh gas, dapat dipenuhi dari uncommitted kargo karena masih lebih besar dibandingkan kebutuhan PIM 2," kata dia.

Pemenuhan pasokan gas, lanjutnya, akan bergantung kepada harga dan juga penjadwalan yang sesegera mungkin dibahas setelah manajemen Pupuk Iskandar Muda menyampaikannya secara resmi kepada SKK Migas.

Lebih rinci, Kurnia menjelaskan pasokan gas untuk industri pupuk lain, seperti Pusri Palembang berasal dari KKKS Medco E&P Corridor, Pertamina EP, Medco E&P South Sumatera dan Lematang, serta Tropik Pandan. Sedangkan untuk Pupuk Kujang Cikampek, pemenuhannya berasal dari KKKS Pertamina EP Jawa Barat, PHE ONWJ dan Pertamina EP Sumsel melalui PGN.

Kemudian dengan kebutuhan 335 MMSCFD, pemenuhan gas Pupuk Kalimantan Timur berasal dari KKKS Eni Muara Bakau, Eni East Sepinggan, PHKT, PHSS dan PHM serta Chevron Rapak dan Makassar Strait. Lalu untuk PIM 2, statusnya terpenuhi oleh KKKS E&P Malaka dan PHE NSO serta PEMA Global Energi.

"Terakhir berdasarkan neraca gas Indonesia 2023, kebutuhan gas PIM 1 sekitar 55 MMSCFD dapat dipenuhi dari potensi uncommitted kargo tahun 2023 sebanyak 9 kargo, yang bisa digunakan antara lain untuk memenuhi kebutuhan gas PIM 1 yang berkisar 5 kargo," tandas Chairi Kurnia.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar