Sikapi Penghentian Penggunaan LIBOR, Otoritas Bentuk Lembaga Khusus | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|12:20 WIB

Sikapi Penghentian Penggunaan LIBOR, Otoritas Bentuk Lembaga Khusus

National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) memiliki tiga fungsi utama.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

Sikapi Penghentian Penggunaan LIBOR, Otoritas Bentuk Lembaga KhususIlustrasi pasar mencermati pergerakan suku bunga. Shutterstock/dok

JAKARTA – Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) resmi membentuk National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi bersama menyatakan, grup tersebut dibentuk untuk menyikapi rencana penghentian penggunaan London Interbank Offered Rate (LIBOR). Lembaga baru tersebut juga sebagai upaya penguatan kredibilitas benchmark rate di pasar keuangan domestik.

Ia menjelaskan, sinergi antara otoritas keuangan dengan asosiasi pelaku pasar melalui pembentukan NWGBR diharapkan akan menghasilkan rekomendasi yang tepat dan komprehensif bagi pelaku pasar dalam menyikapi transisi LIBOR sehingga dapat mendukung stabilitas sistem keuangan.

"Di sisi lain, rekomendasi penguatan benchmark rate di pasar keuangan domestik diharapkan dapat mendukung upaya pengembangan pasar keuangan," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (25/11).

LIBOR merupakan benchmark rate yang umum digunakan di pasar keuangan global, sehingga proses transisi terkait rencana penghentian penggunaan LIBOR bagi kontrak keuangan sejak awal tahun 2022 perlu dipersiapkan dengan baik oleh seluruh pihak terkait.

Di samping itu, sejalan dengan agenda global benchmark reform, upaya penguatan benchmark rate di pasar keuangan domestik perlu dilakukan.

 Adapun NWGBR memiliki tiga fungsi utama, yaitu memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku pasar dalam mendukung proses kelancaran transisi LIBOR.

Kemudian, juga untuk memberikan informasi bagi pelaku pasar mengenai agenda benchmark reform di pasar keuangan domestik, dan memberikan rekomendasi alternatif benchmark rate (Alternative Reference Rate/ARR) di pasar keuangan domestik.

Dalam melaksanakan fungsinya, NWGBR terdiri dari lima sub-group, yaitu LIBOR Discontinuance, Alternative Reference Rate, Accounting and Tax, Regulation and Preparation, dan Communication and Public Education.

LIBOR merupakan suku bunga acuan yang saat ini dipublikasikan oleh International Exchange (ICE) Benchmark Administrator (IBA) setiap hari dalam 5 mata uang (USD, EUR, GBP, JPY, CHF) dan 7 tenor (overnight, 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun).

LIBOR digunakan secara luas sebagai suku bunga rujukan dalam berbagai kontrak keuangan, termasuk derivatif, obligasi, dan pinjaman.

Pada tanggal 5 Maret 2021, the UK’s Financial Conduct Authority (FCA), sebagai otoritas yang mengawasi publikasi suku bunga LIBOR, mengumumkan untuk menghentikan publikasi  dari LIBOR yaitu GBP, EUR, CHF, JPY LIBOR untuk semua tenor dan USD LIBOR 1 Minggu dan 2 Bulan pada 31 Desember 2021. Kemudian, USD LIBOR O/N, 1 Bulan, 3 Bulan, 6 Bulan dan 12 Bulan pada 30 Juni 2023.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA