Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|12:00 WIB

Selenggarakan RUPST, PGN dan Pertamina Kompak Rombak Direksi

Direktur Manajemen Aset Pertamina menjadi Direktur Utama PGN

Penulis: Zsasya Senorita Mc Ramadhani,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageKilang minyak PT Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Pertamina

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Senin (3/5), mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan serta Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun buku 2020.

RUPST juga menyetujui perubahan nomenklatur Direksi yaitu Direktur Komersial menjadi Direktur Sales dan Operasi, Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur SDM dan Penunjang Bisnis serta Direktur Keuangan Menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Selain itu, dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat beberapa Pengurus Perseroan yakni Komisaris Independen Kiswo Darmawan, Direktur Utama Suko Hartono, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Redy Ferryanto, Direktur Keuangan Arie Nobelta Kaban, serta Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Syahrial Mukhtar. 

Kemudian menetapkan penggantinya sehingga susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PGN dipimpin oleh Arcandra Tahar sebagai komisaris utama. Membawahi Lucky Afirman dan Warih Sadono sebagai komisaris, serta Christian H. Siboro, Dini Shanti Purwono, dan Paiman Raharjo sebagai komisaris independen. 

Sementara itu, susunan direksi yang baru diisi oleh Muhammad Haryo Yunianto sebagai Direktur Utama PGN, Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi, dan Faris Azis sebagai Direktur Sales dan Operasi. 

Selanjutnya RUPST PGN juga mengesahkan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fadjar Harianto Widodo, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Beni Syarif Hidayat, dan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Heru Setiawan. 

Dalam keterangan resminya, PGN mengaku akan terus berupaya mengoptimalkan portofolio Subholding Gas dalam memberikan kebermanfaatan yang optimal. Dengan mengelola 96% infrastruktur nasional dan 92% niaga gas bumi nasional. Mereka berjanji akan lebih komprehensif dalam menjalankan mandat maupun berbagai terobosan untuk mempertahankan keandalan dan perluasan akses gas bumi nasional.

Pada hari yang sama, pemerintah melalui Menteri BUMN selaku Pemegang Saham PT Pertamina (Persero), melakukan perubahan susunan Direksi Pertamina dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menetapkan Dedi Sunardi sebagai Direktur Penunjang Bisnis Pertamina.

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, Dedi menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia.

Pria kelahiran Magetan tahun 1964 ini, menyandang gelar Sarjana Ekonomi Perusahaan dari Universitas Jayabaya Jakarta (1988) dan meraih Magister Management dari Universitas Gadjah Mada pada 2000. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia, Dedi berkarir di lingkungan Bank Rakyat Indonesia.

Susunan Direksi baru Pertamina tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-142/MBU/05/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditandatangani pada Senin, 3 Mei 2021.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman menyampaikan, sebagai salah satu kewenangan pemegang saham, RUPS telah menetapkan susunan direksi baru Pertamina.

Dalam surat keputusan tersebut, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat M. Haryo Yunianto dari jabatan Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, posisi yang dijabatnya sejak 12 Juni 2020 dan sebelumnya 20 April 2018 sebagai Direktur Manajemen Aset Pertamina.

“Pertamina mengucapkan terima kasih kepada Bapak M. Haryo Yunianto yang telah mendapat penugasan baru sebagai Direktur Utama di Subholding Gas Pertamina, yaitu PGN,” tandas Fajriyah. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER