Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

27 September 2021|21:00 WIB

Segarnya Bisnis Minuman Sehat

Pandemi tak membuat bisnis minuman sehat ini terdampak

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

ImageBeragam varian rasa yang ditawarkan oleh IT's Buah. IT's buah/dok

JAKARTA – Salah satu senjata yang diandalkan pada masa pandemi covid-19 adalah  sistem imun tubuh. Untuk menjaga daya tahan tubuh, United Nations Children’s Fund (UNICEF) memberikan lima tips sehat sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Kelimanya adalah agar masyarakat rutin mengonsumsi gizi seimbang, yaitu dalam satu porsi makanan ada makanan pokok, lauk, buah, dan sayur.

Senada, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi sayur dan buah 400 gram setiap hari, yang terdiri dari 250 gram buah dan 150 gram sayuran. Sangat disayangkan, konsumsi rata-rata penduduk Indonesia hanya mencapai sekitar 100 gram saja.

Kurangnya konsumsi buah dan sayur juga diperkuat dengan data-data mengenai asupan harian secara total yang ada pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Disebutkan bahwa proporsi konsumsi buah dan sayur masyarakat di Tanah Air masih kurang dari lima porsi per hari. 

Adapun, persentase jumlah orang yang makan kurang dari lima porsi buah dan sayur tersebut mencapai 95%. Semestinya konsumsi buah dan sayur per hari sekitar delapan sampai sembilan porsi. 

Sementara yang kurang dari lima porsi hampir 95%. Artinya, baru 4,5% masyarakat Indonesia yang mengonsumsi lebih dari lima porsi buah dan sayur. Sungguh ironis.

Di sisi lain, produksi buah nasional ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi buah secara nasional. Buah dinilai sebagai salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bahkan, sektor ini mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Pemerintah mencatat, ekspor hortikultura yang didominasi oleh komoditas buah-buahan meningkat sebesar 37,75% pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2019. Nilai realisasi ekspor buah-buahan sebesar US$289,9 juta. Ada lima negara tujuan utama, yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Berangkat dari masalah tersebut, produsen minuman sehat berbahan dasar buah lokal IT's Buah menyasar ceruk bisnis. Inginnya, perusahaan ini turut serta menciptakan budaya hidup sehat dengan mengonsumsi buah setiap hari melalui jus.

"Di sinilah tugas kita. Daripada hanya mengeluh, maka IT's Buah berperan di sana. Kita ingin menyediakan produk sehat," kata pendiri sekaligus CEO IT’s Buah, Hamzah Parsaoran Sinaga kepada Validnews, Kamis (23/9).

Lelaki yang akrab disapa Hapasi itu mengklaim bahwa IT’s Buah tidak dicampur dengan bahan apapun, termasuk gula dan air, apalagi bahan kimia. Jadi, apa yang dikonsumsi benar-benar buah itu sendiri.

"Jus kita tidak ada tambahan air, gula, pengawet, jadi murni buah dan sayur itu fresh menghasilkan air. Satu varian sekitar 4-5 buah dan sayur," ungkapnya.

Mengejar Cita-Cita
Bermula dari cita-cita untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur, Hapasi nekat menanggalkan jabatannya di sebuah perusahaan milik negara pada akhir tahun 2011. Alumnus Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, mengaku tak mau terlena lebih lama di posisi yang telah menjanjikan saat itu, meski dirinya belum memiliki usaha pasti untuk dikerjakan.

"Saat lulus kuliah, bisnis lagi tidak ada. Saya terpaksa kerja dulu untuk bertahan hidup. Ternyata bablas hampir lima tahun lebih saya kerja. Maka saya berpikir, kalau saya tidak resign sekarang, seumur hidup saya tidak berani. Apalagi, kalau nanti sudah berkeluarga," cerita Hapasi.

Semasa di bangku kuliah hingga bekerja kantoran, Hapasi memang telah mengerjakan berbagai macam bisnis. Jika ditotal, jumlahnya hampir 13 bisnis. Mulai dari jualan pulsa, jual beli handphone second, rental PlayStation (PS), MLM (multi level marketing), asuransi, warteg, bertani, beternak, lelang lukisan, bisnis online, hingga menjadi supplier buah.

Namun belum sempat mencicipi cuan lebih banyak, semua bisnisnya harus gulung tikar. Meski begitu, pria berdarah Batak ini justru semakin termotivasi untuk menjadi pengusaha.

Selepas resign, Hapasi memilih untuk menyewa sebuah apartemen di bilangan Kalibata. Dia langsung bergegas mencari tempat yang pas untuk mendirikan sebuah toko. Karena sebelum resign, dia sempat menjadi supplier buah bersama temannya ke berbagai supermarket hingga Carrefour, terlintaslah ide untuk membuka sebuah toko buah.

Namun tak ingin seperti yang sudah-sudah. Hapasi melihat bahwa masyarakat Indonesia gemar "nongkrong". Sayangnya, kebanyakan tempat nongkrong tidak dibarengi dengan menjual produk sehat. Oleh karena itu, Hapasi kemudian menyulap IT's Buah menjadi tempat nongkrong sehat.

"Saya ingin toko buah tidak seperti toko buah biasa. Saya bikin itu sebagai tempat nongkrong sehat. Jadi selain jualan buah, juga jualan jus, jualan salad, rujak, dan buah potong. Kita sediakan tempat duduk, jadi kaya tempat nongkrong sehat," jelasnya.

Harapan berbuah, tempat nongkrong sehatnya pun mendapat respons positif dari masyarakat. Enam bulan berjalan, Hapasi sudah bisa membuka cabang baru. Hanya dalam kurun waktu setahun, ia bisa membuka hingga total enam cabang.

Namun memasuki tahun kedua, usahanya terpaksa harus gulung tikar. Ekspektasinya yang tinggi, tidak diiringi dengan ilmu marketing yang cukup. Mau tak mau, semua cabang harus ditutup, kecuali cabang pertama.

Seakan tak kapok, tahun 2017, dia mulai aktif mempelajari digital marketing dan bisnis online. Bermodal uang lebih dari Rp100 juta, ia coba mengikuti beragam workshop.  

Ujungnya, pada tahun 2019, IT's Buah sudah mulai merambah ke berbagai platform. Melalui bisnis cold pressed juice, Hapasi membawa visi #sehatberdampak. Untuk mewujudkan visi itu, ia memboyong tiga misi sekaligus, yakni #dukungpetanilokal, #ramahlingkungan, dan #berbagisehat.

Terus Berinovasi
IT's Buah berkomitmen untuk tidak menggunakan botol plastik dan menggantinya dengan botol kaca demi mengurangi sampah plastik ibu kota dan menjalankan misi ramah lingkungan.

Paparan berbagai data soal plastik menjadi dasar pemikiran packaging gelas. Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Hal senada disampaikan oleh penelitian yang dilakukan Jenna R Jambeck dari University of Georgia, pada 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8–12,7 juta ton di antaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48–1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan. 

Data itu juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia.

Selain ramah lingkungan, penggunaan wadah kaca juga diklaim Hapasi terkesan lebih premium. Layaknya minum wine atau minuman lain, penggunaan wadah kaca tidak mengubah rasa maupun kesegaran. Sama halnya dengan buah.

Nantinya, botol kaca IT’s Buah dapat kembali dimanfaatkan. Mulai dari digunakan sebagai wadah minuman kembali, digunakan sebagai pot bunga, atau setiap 10 botol kosong dapat ditukarkan dengan sebotol jus IT's Buah.

"Win win solution. Kita tambah wadah, customer juga dapat jus gratis. Jadi kita menyehatkan tubuh dan lingkungan," terangnya.

Sementara dalam meracik resep, banyak trial and error dilewati. Awal usaha, ia coba-coba dengan referensi resep yang sudah banyak beredar di internet. Kemudian, komposisinya diracik untuk menghasilkan rasa yang enak dan disukai semua orang. Usaha ini berhasil. Setelah bisnisnya sukses, ia mulai mempekerjakan ahli gizi atau nutritionist.

Kini, IT's Buah menawarkan beragam varian rasa cold pressed juice. Diantaranya Daily Detox, Tropical Lust, Very Veggie, Bright Your Day, Green Mint Punch, Red Boost, Diet Your Body, dan Slim Your Fat.

IT’s Buah dijual dalam sistem pre-order dengan kisaran harga Rp65 ribu per botol. Jika dijual paketan, rata-rata per botolnya akan jauh lebih murah, dibanderol menjadi Rp55 ribu. Sementara untuk pengiriman, Hapasi mengandalkan kulkas portable, sehingga minuman jus buah akan tetap dingin selama delapan jam di perjalanan. 

Untuk produksinya sendiri, IT's Buah menggunakan total buah lokal sebanyak 15-20 ton tiap bulan. Jika dihitung berdasarkan botol, minuman sehat miliknya dapat terjual 600 hingga 700 botol per hari. Artinya, selama sebulan, IT’s Buah bisa menjual sebanyak 15 ribu hingga 20 ribu botol. 

Meski penjualan terbilang sudah cukup banyak, menurutnya angka tersebut masih jauh dari target. Ia berkeinginan untuk bisa menembus 2-3 ton buah lokal per harinya.

"Masih ada target 2-3 ton sehari karena masyarakat Indonesia ada sebanyak 270 juta, itu pun semua masih kurang buah dan sayur. Tugas kita untuk membuat sebanyak mungkin orang minum jus setiap hari daripada makan junkfood yang tidak sehat," ujar Hapasi.

Adapun, limbah buahnya seakan juga tak ingin dibuang secara percuma. Saat ini, Hapasi tengah menjajaki rencana kerja sama untuk mengolah menjadi kompos. Ke depan, dirinya terus mencari alternatif untuk pemanfaatan limbah buah, seperti mengolah menjadi kosmetik dan juga pakan ikan.

Walau tempat produksinya berlokasi di daerah Jakarta Selatan, namun pengiriman minuman jus IT’s Buah telah tersebar ke seluruh kota di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Malang, bahkan hingga Denpasar.

IT's Buah juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak. IDX Incubator salah satunya, yang telah dijalin sejak tahun 2018. Kebetulannya lagi, IT's Buah sedang dalam tahapan finalis FoodStartup Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Mereka tiap tahun bikin FoodStartup Indonesia. Kita sudah lolos finalis 100. Awal oktober akan ada demo day," tutur Hapasi.

Kokoh Diterjang Pandemi
Pandemi covid-19 yang menerjang Tanah Air dan meluluhlantahkan banyak usaha, tak berimbas pada bisnis minuman sehat ini. Hal itu diakuinya karena ia telah mencuri start terlebih dahulu pada tahun 2019 dengan membuka usaha sepenuhnya berbasis online.

Sampai saat ini, IT's Buah telah berhasil mempekerjakan sebanyak 26 orang, dimana jumlahnya meningkat dua kali lipat saat pandemi covid-19. Adapun posisinya terdiri dari tim produksi, admin, marketing, health consultan, dan HCM atau HRD. Sementara untuk kurir, ia lebih memilih untuk menggunakan mitra, dimana bisa mencapai lebih dari 20 kurir per hari.

IT's Buah telah memanfaatkan seluruh teknik di digital marketing. Utamanya, mengandalkan iklan di Facebook, Instagram, dan Google. Tak sampai di situ, IT's Buah juga merambah ke semua platform e-commerce


Perusahaan ini menggelorakan misi #berbagisehat. IT's Buah menargetkan tahun 2021 ini bisa membagikan jus buah secara cuma-cuma alias gratis kepada anak-anak dengan minimal 10 ribu botol.

Dari awal berdiri secara online, IT's Buah terus bertumbuh minimal dua kali lipat tiap tahunnya. Untuk tahun 2020, penjualannya mencapai hampir 100 ribu botol, tepatnya 89 ribu botol. Sementara untuk tahun ini, penjualan diproyeksikan di angka 200 ribu botol.

Teranyar, IT's Buah merilis paket khusus untuk ibu menyusui. Paket tersebut ditujukan mendukung jumlah produksi ASI pada ibu. Ke depan, bukan tidak mungkin akan ada program khusus untuk ibu hamil.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA