Selamat

Senin, 26 Juli 2021

WIRAUSAHA

30 April 2021|21:00 WIB

Sasar Bisnis Pembiayaan UMKM, Linkaja Akuisisi iGrow

Bisnis pinjol naik pesat. Pada 2020, jumlah borrower naik 96,83% dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh: Fin Harini

ImageIlustrasi transaksi menggunakan kode QR. ANTARAFOTO/Dok

JAKARTA - LinkAja mengakuisisi PT iGrow Resources Indonesia (iGrow), perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk memperluas lini bisnis pembiayaan online, terutama bagi sektor produktif UMKM.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja di Jakarta, Jumat (30/4), mengatakan perluasan lini usaha di bidang pembiayaan merupakan langkah perusahaan memberikan kemudahan akses keuangan dan ekonomi, terutama kepada masyarakat kelas menengah ke bawah serta UMKM.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kemandirian ekonomi. Selain itu, dukungan pemegang saham LinkAja juga merupakan salah satu modal utama untuk dapat memberikan layanan pembiayaan yang aman, mudah, dan terpercaya," katanya, dikutip dari Antara.

Didukung jaringan ekosistem yang kuat di berbagai daerah di luar pulau Jawa serta kota tier 2 dan 3, LinkAja berharap dapat memberikan pemerataan akses pembiayaan terhadap pelaku UMKM yang selama ini masih terfokus di pulau Jawa dan kota tier 1.

Haryati mengatakan lini usaha pembiayaan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi ketahanan dan kemajuan bisnis UMKM, terutama di tengah pandemi covid-19.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT iGrow Resource Indonesia (iGrow) Jim Oklahoma mengapresiasi keberhasilan kolaborasi dengan LinkAja, yang merupakan perusahaan yang dibentuk dari kolaborasi BUMN dan perusahaan teknologi besar.

"Hal ini akan mempercepat visi dan misi iGrow untuk memberikan dampak ke UMKM dan dapat menjadikan iGrow sebagai salah satu pemain utama di bidang pembiayaan sektor produktif," ungkap Jim.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pelaku UMKM saat ini sudah mencapai 64 juta dengan pertumbuhan 2,02% setiap tahunnya. Namun, UMKM masih mengalami sejumlah kendala, seperti kurangnya informasi dan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha. 

Sementara itu, penyaluran pembiayaan online tumbuh cepat. Berdasarkan data OJK pada 2020, total penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp74,41 triliun, meningkat sebesar 26,5% dibandingkan tahun 2019 Rp50,21 triliun. Jumlah borrower aktif sebanyak 16,35 juta, meningkat 96,83% yoy.

Hingga akhir Februari 2021, LinkAja telah memiliki lebih dari 66 juta pengguna terdaftar dan telah dapat digunakan di lebih dari 1 juta merchant lokal dan lebih dari 350.000 merchant nasional di seluruh Indonesia. Ada lebih dari 680 pasar tradisional dan 6.000 online marketplace yang mengakomodasi pembayaran dengan LinkAja.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari 1 juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

LinkAja juga telah meluncurkan Layanan Syariah LinkAja yang dapat digunakan untuk transaksi donasi, sedekah dan wakaf melalui masjid, lembaga amil zakat. Layanan juga dapat digunakan untuk transaksi di pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan Universitas Islam. 

Hingga kini, Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari  2 juta pengguna yang akan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari beberapa mitra strategis, seperti Pemda dan institusi lain untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital Syariah di seluruh Indonesia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA